Ironinya, kematian Lamek Taplo mungkin tidak mengubah apa-apa. Konflik tetap berputar. Senjata tetap berbicara. Keadilan tetap jadi mimpi yang jauh. Dan di tengah rimba Papua yang sunyi, darah terus mengalir—entah dari pihak mana, entah untuk tujuan apa.
Satu kepastian: perang ini belum usai. Dan setiap kematian, dari pihak manapun, hanya menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan yang tak kunjung selesai.
Baca Juga: Warga Soanggama Aktif Bantu TNI Bongkar Markas OPM, Serahkan Informasi Lokasi Senjata Tersembunyi
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Ancam Tangkap Mafia Selundupan, Backing Bintang Empat Pun Dilawan - Penangkapan Massal Segera Dimulai
Janji Menkeu Purbaya Pulihkan Ekonomi, Tapi 16 Persen Gen Z Masih Nganggur - Kesenjangan Makin Lebar
Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras: Koruptor dan Manipulator Harus Hati-Hati
Prabowo Instruksikan Percepatan Sumur Rakyat dan Kilang Minyak, Bahlil: Ditegur Sayang Bukan Ditegur Marah
Dugaan Bullying di Pesantren Parigi Moutong, Irawati: Pemerintah Harus Turun Langsung, Bukan Cuma Aparat