Sulawesitoday - Dalam momentum puncak Haul Guru Tua ke-57 yang digelar di Kompleks Alkhairaat, Jalan Sis Aljufrie, Kota Palu, Menteri Hukum Republik Indonesia (Menkum RI), Supratman Andi Agtas, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar Alkhairaat.
Acara yang sarat makna dan kebersamaan ini dihadiri oleh puluhan ribu jamaah, menunjukkan betapa besar peran dan kepercayaan masyarakat terhadap perjuangan mendirikan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan yang diusung.
Dalam sambutannya, Menkum RI menyatakan, “Atas nama seluruh jajaran Kementerian Hukum, saya mengucapkan terima kasih kepada abnaul khairaat di seantero nusantara.
Alkhairaat telah mengukir sejarah dengan kontribusinya di bidang pendidikan, kesehatan, dan berbagai lini kehidupan sosial.”
Pernyataan tersebut disampaikan bersama beberapa pejabat penting seperti Staf Khusus Menkum Noor Karompot, Kepala Biro Umum Carman Ansari, dan Direktur Merek serta Indikasi Geografis Hermansyah Sirgear.
Tak hanya itu, Menkum RI juga menanggapi isu yang sempat mencuat mengenai status kewarganegaraan Guru Tua.
Dengan tegas, ia mengklarifikasi bahwa Guru Tua merupakan warga negara Indonesia secara sah, sebagaimana diakui melalui surat pengesahan dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum yang kini berada di bawah Kementerian Hukum RI.
“Keabsahan ini adalah buah kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan keluarga besar Alkhairaat, membuktikan integritas sejarah bangsa kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Menkum RI mengungkapkan koordinasi intensif yang telah dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Sosial dan Presiden RI, untuk mengusulkan penghargaan Pahlawan Nasional bagi Guru Tua.
Harapan besar pun dituangkan agar pengakuan tersebut segera terealisasi, sebagai bentuk penghargaan atas jasa serta dedikasi yang telah menginspirasi generasi bangsa.
Di tengah maraknya perbincangan dan kontroversi atas isu penghinaan terhadap sosok Guru Tua, Menteri Hukum mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai persatuan dan mewujudkan penyelesaian secara hukum.
“Kita harus tetap berpegang pada prinsip keadilan dan kedamaian dalam setiap langkah,” tegasnya.
Baca Juga: Polisi Selidiki Ujaran Kebencian Terhadap Guru Tua, Tujuh Saksi Diperiksa dalam Kasus ITE
Acara Haul ke-57 ini juga dimeriahkan oleh kehadiran Ketua Utama Alkhairaat, Habib Alwi bin Saggaf bin Muhammad Aljufri, serta sejumlah pejabat penting lainnya.
Artikel Terkait
Kontroversi Sebut Monyet Hina Guru Tua, Gus Fuad: Semata-mata Jaga Kewibawaan Pemerintah
Kemenkumham Resmikan Kewarganegaraan Guru Tua, Titik Balik Usulan Pahlawan Nasional
Reaksi Keras Warga Sulteng, Aksi Damai Bela Guru Tua Tuntut Penindakan Hukum
Polisi Selidiki Ujaran Kebencian Terhadap Guru Tua, Tujuh Saksi Diperiksa dalam Kasus ITE
Aksi Massa Protes Penghinaan Guru Tua, Gus Fuad Plered Diminta Ditindak