Sulawesitoday - Prestasi tak datang dua kali. Tapi Festival Teluk Tomini (FTT) membuktikan sebaliknya. Untuk kedua kalinya, gelaran tahunan Kabupaten Parigi Moutong ini menembus jajaran Karisma Event Nusantara (KEN). Pencapaian beruntun yang tak main-main.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan stempel berkualitas. Asisten Deputi Yohanes De Brito Titus Haridjati menegaskan hal itu. "Aspek ini membuktikan bahwa Parigi Moutong punya potensi tampil di panggung nasional," ungkap Titus dengan lugas.
Pengakuan dua tahun berturut-turut bukan kebetulan semata. Daya saing pariwisata Parigi Moutong meningkat signifikan. Event lokal bertransformasi jadi magnet wisata. Kualitas menjadi kunci utama.
Apa yang Membuat FTT 2025 Istimewa?
Tema "A Gift From the Sea" bukan slogan kosong. Kemenparekraf mencatat perhatian khusus pada konsep ini. Laut sebagai sumber kehidupan mendapat penghormatan layak. "Tema ini bukan sekadar hiburan, tapi penghormatan untuk laut sebagai sumber penghidupan," tegas Titus.
Environmental art menjadi jantung FTT 2025. Konsep ini memberi identitas kuat. Karya seni bertemu pelestarian lingkungan. Perpaduan yang jarang ditemui. "Environmental art menonjolkan penyelamatan lingkungan melalui karya seni. Kami ingin setiap destinasi menawarkan keindahan visual dan cerita yang kuat," sorot pejabat Kemenparekraf itu.
Bukan sekadar festival. FTT membangun fondasi pariwisata berkelanjutan. Kawasan Teluk Tomini dijaga kelestariannya. Keindahan alam tidak dieksploitasi. Sebaliknya, dirayakan dengan bijak.
Bisakah Event Lokal Dongkrak Ekonomi Daerah?
Pertanyaan klasik dengan jawaban nyata. FTT memberi kontribusi ganda. Promosi destinasi berjalan masif. Ekonomi kreatif lokal tumbuh subur. Masyarakat terlibat aktif setiap tahun.
Titus menyampaikan harapan konkret. "Kami berharap Parigi Moutong bisa melaksanakan event-event berkualitas lainnya," katanya. Keberlanjutan event memicu pergerakan wisatawan. Angka kunjungan naik bertahap.
Parigi Moutong kini jadi contoh. Alam dan budaya berjalan seimbang. Keselarasan ini memperkuat citra. Teluk Tomini semakin dikenal luas. Identitas lokal terangkat ke permukaan nasional.
Kemenparekraf mendorong daerah lain meniru. Nilai lokal harus jadi prioritas. Event berkualitas menarik wisatawan. Wisatawan membawa rupiah. Ekonomi lokal bergulir cepat.
Target Ambisius: 16 Juta Wisman, 1 Miliar Wisnus
Angka bukan retorika. Target Kemenparekraf jelas terukur. "Target kami 14,6 sampai 16 juta wisman dan 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara," tandas Titus dengan penuh keyakinan.
Artikel Terkait
Pasar Tematik Agro Diresmikan, Wamen Koperasi: Jangan Sampai Berubah Jadi Kandang Kambing atau Tongkrongan
Keberlanjutan Festival Teluk Tomini Parigi Moutong Jadi Kunci Tarik Wisatawan, Gubernur Sulteng Usul Jalur Pelayaran Baru
67 Persen Kapolsek Tidak Perform, Mahfud MD Bongkar Data Internal Polri yang Mengejutkan
KUHAP Baru Tuai Polemik: Celah "Keadaan Mendesak" Disorot Publik
Bupati Parigi Moutong Tekankan Pentingnya Pembinaan Atlet Jelang Porprov 2026