Membawa Pulang Akhlak
Parigi Moutong membawa rombongan besar, dan mereka pulang dengan "oleh-oleh" yang besar pula. Bukan sekadar kenangan melihat keramaian di Palu, tapi sebuah komitmen.
Harapannya jelas: Semangat dari Haul ke-58 ini harus membekas. Menjadikan pendidikan dan akhlak sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang diajarkan Guru Tua. Seperti yang dicontohkan lewat kebersamaan bupati dan warganya di meja makan tadi.
Ilmu tanpa akhlak itu pincang. Akhlak tanpa ilmu itu buta. Guru Tua sudah memberi jalan, tinggal bagaimana kita melangkah di atasnya.
Jaminan Tanah Minahasa untuk MOT Anuntaloko Parimo, Cara Kontraktor Cicil Dosa Temuan BPK
Artikel Terkait
Sepakan Bola di HUT Ke-24 Parigi Moutong: Dari SD Sampai SMA, Semua Harus Menendang
Target Pasar Jakarta, Parigi Moutong Genjot Kualitas Beras Premium Menuju IP300
Gempa M 7,6 Guncang Batang Dua: Gedung KONI Manado Ambruk, Satu Orang Meninggal Dunia
Hapus Blank Spot, Pemprov Sulteng dan Pemda Parigi Moutong Pasang Satelit di Sekolah Pelosok
Jaminan Tanah Minahasa untuk MOT Anuntaloko Parimo, Cara Kontraktor Cicil Dosa Temuan BPK