• Selasa, 21 Juli 2026

Ketua DPRD Parigi Moutong Masuk Akmil Magelang, Alfres Siap Ditempa di Lembah Tidar

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 14 April 2026 | 21:57 WIB
Ketua DPRD Parigi Moutong Alfres Masboy Tonggiroh ikuti retret di Akmil Magelang guna perkuat disiplin dan sinergi kebijakan pusat dengan daerah.
Ketua DPRD Parigi Moutong Alfres Masboy Tonggiroh ikuti retret di Akmil Magelang guna perkuat disiplin dan sinergi kebijakan pusat dengan daerah.

Sulawesitoday - Lembah Tidar tidak pernah main-main soal urusan disiplin. Di sana, di Akademi Militer (Akmil) Magelang, para calon jenderal ditempa. Mulai 14 hingga 19 April 2026, giliran para Ketua DPRD se-Indonesia yang masuk barak. Salah satunya: Alfres Masboy Tonggiroh.

Ketua DPRD Parigi Moutong itu sudah bulat tekadnya. Dia harus menanggalkan kenyamanan kursi empuk di daerah untuk sementara. Ganti suasana. Ikut Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD). Nama kerennya: Retret Ketua DPRD.

"Saya siap mengikuti seluruh kedisiplinan dan kurikulum yang diterapkan di Akmil," tegas Alfres.

Kalimatnya pendek. Tegas. Khas politisi PDI Perjuangan yang tahu betul arah angin kebijakan nasional. Baginya, pembangunan di Parigi Moutong tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Harus linier. Harus satu tarikan napas dengan pusat.

Di Magelang nanti, jangan harap ada protokoler yang kaku. Formatnya semi-militer. Tidur di barak, bangun sebelum subuh, mungkin juga makan di omprengan. Tujuannya satu: penguatan wawasan kebangsaan. Agar pimpinan legislatif tidak hanya pintar berdebat, tapi juga punya integritas baja.

Alfres menyebutnya sebagai "kawah candradimuka". Tempat untuk mencuci otak dari ego sektoral. Ia ingin membawa pulang nilai kejuangan dari Lembah Tidar ke gedung wakil rakyat di Parigi.

"Kami ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat," tambahnya.

Sekretaris DPRD Parigi Moutong, Nur Srikandi Puja, juga tampak bersemangat. Dia paham betul betapa krusialnya agenda ini. Bukan sekadar jalan-jalan atau seremonial belaka. Ini soal sinergitas. Soal bagaimana fungsi legislasi dan pengawasan di daerah punya standar kualitas nasional.

"Kehadiran Bapak Alfres di Akmil adalah langkah nyata untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah," kata Nur Srikandi.

Tentu, ada misi lain yang tak tertulis. Di sana, Alfres akan bertemu ratusan pimpinan DPRD lainnya. Itulah momentum emas. Ajang tukar nasib, tukar inovasi, sekaligus membawa aspirasi Parigi Moutong ke level yang lebih tinggi.

Mungkin nanti, saat pulang ke Sulteng, gaya bicara dan cara kerja sang ketua akan sedikit berubah. Lebih taktis. Lebih disiplin. Dan yang pasti, lebih "hijau" secara mentalitas kepemimpinan. Kita lihat saja nanti hasilnya setelah enam hari ditempa disana.

Setidaknya, komitmen sudah dipasang sejak dari rumah. Demi pembangunan yang bukan sekadar angka di atas kertas.

Kritik Tajam DPRD, Pejuang Pemekaran Parigi Moutong Tak Boleh Jadi Tamu di Rumah Sendiri

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini