• Kamis, 4 Juni 2026

Parigi Moutong Serentak Tanam Sejuta Pohon Matoa, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan di Hari Bumi Ke-55

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 23 April 2025 | 13:06 WIB
Gerakan Satu Juta Pohon Matoa di Parigi Moutong menghadirkan harmoni lingkungan dan nilai ekonomis sebagai warisan generasi mendatang.
Gerakan Satu Juta Pohon Matoa di Parigi Moutong menghadirkan harmoni lingkungan dan nilai ekonomis sebagai warisan generasi mendatang.

Sulawesitoday - Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong pagi itu berubah menjadi lahan hijau.

Puluhan warga, tokoh agama, serta jajaran Pemerintah Daerah dan Forkopimda kompak menanam bibit matoa, menandai peluncuran Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon Matoa secara serentak di seluruh nusantara dalam rangka Hari Bumi ke-55.

Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong memberikan dukungan penuh. Pejabat tinggi pratama, administrator, pengawas, fungsional, serta seluruh Kepala KUA se-kabupaten hadir untuk mempertegas komitmen menjaga keseimbangan ekosistem.

Ketua BAZNAS setempat juga turut hadir, menandakan sinergi antara lembaga agama dan pemerintah.

“Acara ini bukan sekadar penanaman, melainkan simbol syukur kita sebagai umat beragama atas nikmat kesehatan dan kesempatan,” ujar Haris Irawan, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup yang mewakili Penjabat Bupati Parigi Moutong.

Menurutnya, gerakan ini menjadi wujud nyata kepedulian kolektif terhadap lingkungan hidup.

Dalam pelaksanaan, Kementerian Agama Parigi Moutong mencatat total 316 pohon matoa yang berhasil ditanam.

Angka ini menjadi kontribusi awal sebelum kolaborasi lebih luas dengan sekolah, ormas, dan komunitas lingkungan.

Rencana selanjutnya, penanaman akan diperluas hingga menjangkau desa-desa terluar.

Pohon matoa dipilih karena keunggulan ekonomis sekaligus nilai ekologis yang tinggi. Selain berbuah lezat, matoa berperan memperbaiki kondisi tanah dan menahan erosi.

Nilai ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI tentang harmoni antara alam, lingkungan, budaya, serta peningkatan toleransi antar-umat beragama.

Semua pihak diajak berpartisipasi, terutama generasi muda dan pelajar.

Baca Juga: Pasca Kasus 4 Kg, Ditresnarkoba Polda Sulteng Bekuk Pelaku 20 Kg Sabu, Dalang Masih DPO

“Mari kita jadikan penanaman ini sebagai pintu gerakan hijau di lingkungan terkecil kita,” ajak Haris, menekankan pentingnya kesadaran sejak dini.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini