• Selasa, 21 Juli 2026

CITCOM CONNEXT 2025 Buka Pintu Kolaborasi AI, Pemerintah dan Komunitas Bersinergi di Bandung

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 24 April 2025 | 14:42 WIB
Konferensi CITCOM CONNEXT 2025 di Bandung menggelar dialog lintas sektor untuk merancang peta jalan adopsi AI di Indonesia.
Konferensi CITCOM CONNEXT 2025 di Bandung menggelar dialog lintas sektor untuk merancang peta jalan adopsi AI di Indonesia.

SulawesitodayKonferensi CITCOM CONNEXT 2025 yang digelar di El Hotel Bandung pada 22 April 2025 menyatukan pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas untuk merancang masa depan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Mengusung tema “Decode AI Unchain Future”, acara ini menjadi ajang dialog interaktif bagi lebih dari 26 perusahaan TI dan beragam profesi—mulai dosen, pimpinan klub sepakbola, hingga pengembang startup—untuk bersama menentukan sudut pandang adopsi AI yang inklusif dan berkelanjutan.

Acara dibuka oleh Ketua CITCOM Setiadi Sudrajat, dilanjutkan sambutan Ketua Panitia Jimmy Yo, dan dimoderasi oleh Irfan Arsandi (CEO WIT), Jimmy Yo (Soca AI), Harun Kurnia (Garuda Infinity), serta Ken Ratri Iswari (Geek Hunter).

“Konferensi ini bukan sekadar pameran teknologi, melainkan ruang kolaborasi bagi setiap lapisan masyarakat,” ungkap Sudrajat.

Dari sisi regulator, Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kominfo RI, Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan AI sebagai “game changer” produktivitas nasional. Berdasarkan riset Stanford University, Indonesia termasuk negara paling optimis menyambut AI.

“Kami sedang menyiapkan roadmap AI beserta pedoman etika, memperkuat literasi digital, dan memperbaiki infrastruktur untuk menyokong adopsi teknologi ini,” kata Edwin.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan dukungan serupa lewat video. Ia menekankan pentingnya kebijakan kolaboratif:

“Inovasi terbaik lahir dari mereka yang sehari-hari hidup dan berkreasi di ekosistem digital. Lima prioritas strategis nasional—kesehatan, birokrasi, pendidikan digital, kota pintar, dan ketahanan pangan—akan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab.”

Pemerintah Kota Bandung, diwakili Wakil Wali Kota Erwin Affandi, optimis mengintegrasikan AI dalam pembangunan kota.

“Sinergi kuat antar-pemerintah, komunitas, akademisi, dan industri akan melahirkan solusi nyata. Bandung siap sebagai laboratorium inovasi,” ujarnya.

Namun, di balik optimisme, tantangan data juga mengemuka. Soegiharto Santoso (APTIKNAS) memperingatkan risiko kebocoran data jika produk AI lokal dijual tanpa kontrol ke luar negeri.

Menurutnya, data transaksi dan pola konsumsi yang dieksploitasi pihak asing dapat merugikan kedaulatan digital nasional.

Filsuf AI Sabrang dari Symbolic.id menambahkan, “AI memangkas langkah pekerjaan, tapi kita harus paham kapasitas dan risikonya. Sektor sederhana lebih mudah tergantikan, sementara tugas kompleks seperti manajer atau CEO masih butuh sentuhan manusia.”

Di ranah olahraga, Persib Bandung memanfaatkan AI untuk analisis performa pemain.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini