Bagi sebagian orang, mungkin ini cuma soal selera estetika. Tapi bagi banyak lainnya, ini tentang bagaimana anggaran publik digunakan—dan bagaimana simbol-simbol di ruang publik seharusnya merefleksikan kebanggaan, bukan jadi bahan sindiran.
Untuk sekarang, patung harimau merah itu tetap berdiri di tempatnya. Diam. Seolah ikut bingung kenapa dirinya viral.
Artikel Terkait
Rakhmat Renaldy Ajak Pelaku UMKM di Sulteng Daftarkan Merek pada Hari Kekayaan Intelektual Sedunia
Lima Tahun Negosiasi, LG Mundur sementara Huayou Geser Posisi di Indonesia Grand Package
Drama Sungai Amola: Mobil Box Es Krim Terseret Arus, Warga Kompak Evakuasi
Janji Kerja Berujung Ancaman, Pria Polman Sebar Video Bugil Korban di Pangkep
Miris, Open BO Wanita Muda di Banda Aceh karena Krisis Lapangan Kerja