Sulawesitoday - Kilatan petir memecah kesunyian laut Bira tepat hari Sabtu sore. Saat speedboat berisi sembilan wisatawan bersiap menepi setelah menikmati Pulau Liukang, cuaca mendadak ambles: hujan deras mengguyur, petir menyambar tanpa ampun.
Kepala UPT Wisata Tanjung Bira, Mustamar, menggambarkan suasana saat itu. “Cuaca di Bira tidak bagus. Beberapa kali petir, hujan keras,” tuturnya. Sekali kilat, badan kapal bergetar—tak urung enam penumpang terluka ringan hingga sedang.
Dari tujuh orang dewasa dan dua balita, yang terparah adalah Rizal Tasrif (26) dan Muhammad Hidayaturrahma (20). Rizal menderita luka bakar di lengan kiri, kaku di bahu kanan dan tungkai kaki, serta lecet di jidat; Hidayaturrahma merasakan robekan di leher kiri dan memar di bahu kanan. Kedua korban langsung dirujuk dari Puskesmas Bonto Bahari ke RSUD Bulukumba untuk tindakan lebih lanjut, termasuk persiapan operasi.
Korban lain, Karmilawati (28), mengalami luka robek di dahi kiri, sedangkan Fauziah (47) dan sang nahkoda, Ganza (52), merasakan nyeri di bahu kiri. Rukiana (41) sempat pusing dan syok sebelum mendapat penanganan intensif. “Yang parah itu dua orang. Informasi terakhir, mereka akan dioperasi,” ujar Mustamar.
Nah, kabar baiknya, seluruh korban tercakup asuransi dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Bulukumba. “Mereka membeli tiket masuk, jadi otomatis dapat asuransi. Kami sudah koordinasi dengan rumah sakit dan perusahaan asuransi agar perawatan berjalan lancar,” tambah Mustamar.
Baca Juga: Viral Lurah Palu Selatan Bikin Sayembara Tangkap Pelaku Buang Sampah Liar
Insiden ini menjadi pengingat penting: badai petir tak kenal ampun dan keselamatan wisatawan wajib diutamakan. Pengelola wisata diproyeksikan meningkatkan sosialisasi prakiraan cuaca sebelum keberangkatan dan memastikan prosedur evakuasi cepat dijalankan.
Ke depan, Dinas Pariwisata Bulukumba berencana memasang alat peringatan dini cuaca ekstrem di titik-titik dermaga, serta memberikan pelatihan tanggap darurat bagi nahkoda dan awak kapal. Semoga dengan langkah ini, wisata bahari Sulawesi Selatan tetap aman dan para pelancong bisa menikmati panorama laut tanpa was-was.
Artikel Terkait
Bunda Iffet Ibu Bimbim Berpulang, Warisan Kasih dan Ketegaran bagi Grup Rock Slank
Buruh Morowali Mengadu, Gubernur Sulteng Siapkan Peradilan Hubungan Industrial Baru
Indonesia Jawara Pengguna Ponsel Internet dengan 98,7 Persen Warganya Berselancar 7 Jam 22 Menit Sehari
Viral Lurah Palu Selatan Bikin Sayembara Tangkap Pelaku Buang Sampah Liar
Dari Anyaman hingga Aplikasi, Mobile Clinic HKI Sulteng Amankan Karya Anak Bangsa