Sulawesitoday - Bea Cukai Malang pada Senin, 5 Mei 2025 memfasilitasi pengiriman perdana produk heat not burn milik PT Genesis Technology Indonesia ke kawasan berikat lain.
Langkah ini menjadi tonggak baru bagi integrasi rantai pasok industri teknologi tinggi di Indonesia.
PT Genesis Technology Indonesia, salah satu penerima fasilitas kawasan berikat dari Bea Cukai Malang, melepas 192 karton semi finished goods heat not burn dengan total berat 1.265 kilogram. Produk setengah jadi tersebut akan diolah serta dirakit menjadi barang siap ekspor di lokasi lain.
Proses ini diharapkan mempercepat alur produksi sekaligus menjaga daya saing harga di pasar global.
Fasilitas kawasan berikat sendiri memberikan kemudahan berupa penangguhan bea masuk, pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), serta penyederhanaan prosedur kepabeanan.
Dengan insentif tersebut, perusahaan dapat fokus pada pengolahan, perakitan, dan penyimpanan barang untuk kebutuhan ekspor tanpa terbebani biaya awal yang besar.
Acara pengiriman perdana dihadiri oleh Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai I Bea Cukai Malang, Bangun Permadi, bersama jajaran manajer PT Genesis Technology Indonesia.
Dalam sambutannya, Bangun menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan pelaku industri.
“Pengiriman perdana ini membuka jalan bagi efisiensi dan kelincahan industri kita. Fasilitas kawasan berikat membuktikan bahwa iklim investasi untuk perusahaan berteknologi tinggi semakin kondusif di tanah air,” ujar Bangun Permadi.
Melalui dukungan Bea Cukai Malang, proses produksi dan ekspor produk heat not burn diharapkan berjalan lebih lancar.
Ke depannya, skema kawasan berikat diyakini mampu menarik lebih banyak perusahaan teknologi tinggi untuk berinvestasi dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur berkelas dunia.
Baca Juga: Kejari Donggala Tahan Kontraktor Proyek Rp10 M, Hanya 30 Persen Pekerjaan Rampung
Dengan selesainya tahap perdana ini, PT Genesis Technology Indonesia bersiap menggembleng kapasitas produksinya.
Fase selanjutnya akan menitikberatkan pada peningkatan volume dan diversifikasi produk, sekaligus membuka peluang penetrasi pasar baru di benua lain.
Artikel Terkait
Blokade Akses TPA Sampah Jononunu Parigi Moutong Dijawab dengan Tumpukan Sampah
Anwar Hafid Kukuhkan Garda Terdepan Pelayanan Publik di Apel Nasional Parigi Moutong
Banjir Luapan Sungai Poso Rendam 86 KK di Gebangrejo, 9 KK Ranononcu Mengungsi
Perpisahan Sekolah SMK Banyumas Gempar, Bagaikan Wisuda Kampus Beken
Kejari Donggala Tahan Kontraktor Proyek Rp10 M, Hanya 30 Persen Pekerjaan Rampung