Sulawesitoday - Siang bolong, panas menyengat. Di bawah langit Kota Palu yang lengang, suara gaduh datang bukan dari jalan raya—tapi dari langit-langit yang menghitam. Asap naik dari sebuah rumah di Perumahan Citra Pesona Indah 1, Talise Valangguni. Tepat pukul 12.00 WITA, Rabu (28/5), rumah itu mulai dilahap api.
Yang terbakar bukan rumah sembarang orang. Pemiliknya, Idrus, S.IP., M.Si., menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Palu. Tapi saat rumahnya terbakar, tak satu pun penghuni di dalamnya. Rumah itu kosong. Lengang. Dan seperti biasa, ketika manusia absen, elemen lain ambil alih.
Api diduga berasal dari sebuah pondok kayu di sebelah rumah—tempat yang biasa dianggap tak penting sampai tiba-tiba menjadi pusat bencana. Cuaca kering, angin liar, dan papan yang mudah menyulut, membuat kobaran api tak butuh waktu lama untuk menyebar. Dari pondok, ke dinding, lalu naik ke atap.
Warga sekitar panik. Beberapa langsung menelepon pemadam kebakaran. Beberapa lagi hanya berdiri dan merekam. Maklum, bukan setiap hari kita lihat rumah pejabat terbakar.
Damkar datang cukup cepat. Dalam 45 menit, api dipaksa menyerah. Tapi bagian atap sudah hangus. Bagian dalam ikut terpanggang. Untung tak ada korban jiwa. Untung rumahnya kosong.
Baca Juga: Jembatan Tada Jadi Panggung Perlawanan, Petani Parigi Moutong Lawan Tambang Ilegal
Tapi seperti biasa, kita harus menunggu. Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum juga buka suara soal penyebab pasti. Barangkali masih sibuk menentukan apakah ini sekadar musibah... atau ada api lain yang tak terlihat.
Sementara itu, rumah Ketua KPU itu tinggal puing dan abu. Bukti bahwa kadang, yang paling penting pun bisa terbakar saat tak dijaga.
Artikel Terkait
Sungai Meluap, Desa Wombo Kalonggo Donggala Terseret Banjir dan Lumpur
Bukan Lagi Soal Musim Panen, Sistem Budidaya Durian Parigi Moutong Disulap Total
Warga Temukan Mayat Korban Banjir Desa Wombo Donggala di Pinggir Sungai, Evakuasi Darurat dengan Peralatan Sederhana
Layanan Hukum Ditingkatkan, Kadin Kota Palu Usung Digitalisasi UMKM
Jembatan Tada Jadi Panggung Perlawanan, Petani Parigi Moutong Lawan Tambang Ilegal