• Selasa, 21 Juli 2026

Sungai Meluap, Desa Wombo Kalonggo Donggala Terseret Banjir dan Lumpur

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Selasa, 27 Mei 2025 | 19:17 WIB
Tiba-tiba air sungai meluap sore kemarin, menenggelamkan SD dan jalan utama Wombo Kalonggo—warga kini bergotong-royong atasi dampak.
Tiba-tiba air sungai meluap sore kemarin, menenggelamkan SD dan jalan utama Wombo Kalonggo—warga kini bergotong-royong atasi dampak.

Sulawesitoday - Hujan deras memaksa Desa Wombo Kalonggo di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, menelan banjir desa wombo yang datang tiba-tiba pada Selasa sore. Sekitar pukul 15.30 WITA, aliran sungai yang meluap menyeret air bercampur lumpur hingga memasuki rumah-rumah warga.

“Air datang begitu cepat, seperti tak mau menunggu,” kenang salah satu ibu rumah tangga yang rumahnya terendam.

Curah hujan yang mengguyur tanpa henti sejak siang membuat badan sungai tak kuasa menampung debit air. Dalam hitungan menit, jalan utama Desa Wombo Kalonggo nyaris tak berbentuk, tertutup material lumpur dan batang kayu. Truk maupun sepeda motor terpaksa mundur, menunggu kendaraan dapur umum dan alat berat membersihkan jalan.

Sekolah Dasar Wombo Kalonggo turut menjadi korban. Kelas yang semula riuh oleh canda tawa siswa mendadak sunyi, buku-buku basah dan meja kayu terendam. 

Di titik pusat banjir, tim dari BPBD Provinsi Sulteng dan BPBD Kabupaten Donggala bersinergi dengan Pusdalops dan TRC. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng, Andy Sembiring, menyatakan pendataan korban dan pengungsi masih berlangsung. “Koordinasi dengan aparat desa terus terjaga, terutama untuk menyalurkan bantuan kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji dan selimut,” ujarnya saat ditemui di posko lapangan.

Meski hujan telah mereda menjelang malam, permukaan air berangsur surut, meninggalkan wajah desa yang becek dan haru. Warga bergotong-royong menyapu serta menyaring lumpur, sambil menunggu alat berat datang. 

Baca Juga: Kasus Argo UGM, Tewas Ditabrak BMW Tersangka Belum Ditahan—Tagar JusticeForArgo Menggema

Banjir desa wombo kali ini menegaskan perlunya mitigasi jangka panjang: normalisasi sungai, peningkatan drainase, dan sosialisasi kesiapsiagaan bagi warga. Andy menambahkan, kajian teknis segera digelar bersama Balai Wilayah Sungai, agar musibah serupa tak terulang.

Di tengah keruhnya air dan lumpur, semangat warga Wombo Kalonggo tetap mengalir—membuktikan bahwa komunitas yang tangguh mampu menahan amarah alam sekalipun mengebu.

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini