Sulawesitoday - Pemandangan langka yang menggelitik sekaligus menyayat hati terekam di Dusun Tologo, Desa Puppuring, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar. Tak ada gunting pita dari pejabat daerah, tak ada sambutan resmi, apalagi panggung megah.
Yang ada hanya keriuhan sederhana warga meresmikan sendiri jalan darurat, buah keringat swadaya yang lahir dari rasa lelah menunggu uluran tangan. Sebuah parodi warga Polman yang menohok, membingkai potret kegelisahan kolektif.
Video yang beredar luas di grup WhatsApp masyarakat Alu, Polman, itu bak tamparan dingin bagi birokrasi yang kerap alpa. Terlihat jelas, semangat gotong-royong warga tak luntur meski harus menghadapi medan yang tak ramah.
Mereka berjibaku membangun jalan darurat swadaya ini setelah akses utama mereka "tumbang" ditelan longsor Polewali Mandar yang dahsyat.
Bebatuan dan material tebing setinggi 20 meter, bak raksasa yang roboh, memutus urat nadi penghubung dan mengasingkan Dusun Tologo dari dunia luar.
Jalan darurat ini, meski jauh dari kata sempurna, adalah penjelmaan asa. Ia dirancang sederhana, sekadar bisa dilalui kendaraan roda dua, menghalau keterasingan yang mencekik. Namun, di balik fungsionalitasnya, ada pesan satir yang kuat.
"Pemerintah bisa apa?" celetuk akun @Aidil Busman, mewakili sekian banyak nada kritik birokrasi di dunia maya.
Lain lagi dengan @Mulfira yang tak habis puji. "Luar biasa, mereka yg membuka jalur sendiri akibat rasa bosan menunggu sesuatu yg tidak pasti. Keren sekali kekompakannya."
Kekompakan warga memang tak perlu diragukan, bahkan melampaui ekspektasi. Mereka tak hanya membangun jalan, tapi juga membangun semangat, merajut asa di tengah ketidakpastian.
@Adam Ali melihatnya sebagai bentuk sindiran jitu. "Ini lebih ke satire ke pemda yang tidak peka terhadap kebutuhan kerakyatan
Artikel Terkait
Perjuangan Tipo Berbuah Manis, Gubernur Anwar Hafid Tutup Permanen Dua Tambang Perusak Lingkungan
1200 Hektare Mangrove Lenyap, Ini Seruan FKPAPT untuk Parigi Moutong yang Terluka
Devisa Pekerja Migran Jadi Tumpuan, Sulteng Gelar Sosialisasi dan MoU Lindungi Warga dari Jerat Ilegal
Pengumpulan Berkas Beasiswa S1 Berani Cerdas Sulteng Dimulai 11 Juni, Jembatan Harapan Menuju Kampus Impian
Tanggapi Nadiem, Kejagung Ungkap Fakta di Balik Klaim Pendampingan Hukum pada Kasus Pengadaan Chromebook