• Selasa, 21 Juli 2026

Kenapa Iran Serang Israel? Ini Pemicu Perang Sesungguhnya

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 18:43 WIB
Pemicu serangan Iran ke Israel pada April 2024, dari Damaskus hingga strategi 'Janji Sejati' mengubah dinamika konflik di Timur Tengah.
Pemicu serangan Iran ke Israel pada April 2024, dari Damaskus hingga strategi 'Janji Sejati' mengubah dinamika konflik di Timur Tengah.

Setelahnya, 30 rudal jelajah mengincar, terbang rendah mengelabui deteksi. Puncaknya, lebih dari 120 rudal balistik, ancaman tercepat dan paling mematikan.

Namun, seperti sebuah bidak catur yang dihitung matang, serangan ini rupanya dirancang dengan perhitungan cermat.

Sekitar 99 persen proyektil berhasil dimentahkan, berkat sistem pertahanan Iron Dome, David's Sling, dan Arrow milik Israel, serta bantuan tangkas dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, bahkan Yordania.

Kerusakan minimal, hanya sebuah pangkalan udara di selatan Israel yang tergores, dan seorang anak perempuan yang terluka akibat pecahan.

Mengapa demikian? Teheran rupanya mengirimkan sinyal awal ke beberapa negara di kawasan, yang hampir pasti informasi ini sampai ke telinga AS dan Israel.

Drone yang bergerak lambat memberi waktu bagi Israel dan sekutunya untuk menyiapkan perisai. Ini bukan serangan membabi buta, melainkan demonstrasi kemampuan: "Kami bisa mencapaimu," tanpa memicu respons balasan yang akan menyeret kawasan ke jurang perang total.

Melampaui Dendam: Memulihkan Daya Tangkal dan Mengubah Aturan Main

Di balik bara api dendam, serangan Iran ini memiliki tujuan strategis yang lebih dalam. Selama bertahun-tahun, Israel leluasa melancarkan ratusan serangan terhadap target Iran di Suriah, tanpa balasan langsung.

Teheran merasa perlu memulihkan deterensi, menegakkan "aturan main" baru. Jika kedaulatan atau pejabat tingginya diserang, balasan akan datang langsung, tak lagi bersembunyi di balik proksi. Inilah esensi konflik Iran Israel yang kini naik level.

Lebih dari itu, serangan ini juga menjadi pertunjukan kekuatan bagi publik domestik dan sekutu-sekutunya dalam "Poros Perlawanan" – dari Hezbollah di Lebanon, Houthi di Yaman, hingga milisi di Irak dan Suriah. Ini menunjukkan bahwa Iran adalah pemimpin yang kuat, berani menghadapi musuh bebuyutannya.

Baca Juga: Irak Murka 50 Jet Tempur Israel Diduga Simulasi Perang di Langit Baghdad

Perang bayangan yang telah berlangsung sejak Revolusi Iran 1979, di mana kedua belah pihak saling serang melalui proksi, serangan siber, atau pembunuhan ilmuwan, kini telah berakhir.

Teheran telah menarik garis yang jelas, dan era konfrontasi langsung telah dimulai. Ini adalah fase yang jauh lebih berbahaya, menuntut kewaspadaan ekstra dari setiap pemain di panggung Timur Tengah.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini