• Selasa, 21 Juli 2026

Kenapa Iran Serang Israel? Ini Pemicu Perang Sesungguhnya

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 18:43 WIB
Pemicu serangan Iran ke Israel pada April 2024, dari Damaskus hingga strategi 'Janji Sejati' mengubah dinamika konflik di Timur Tengah.
Pemicu serangan Iran ke Israel pada April 2024, dari Damaskus hingga strategi 'Janji Sejati' mengubah dinamika konflik di Timur Tengah.

Sulawesitoday - Pada malam gelap 13 April 2024, tabir tebal yang selama puluhan tahun menyelimuti perseteruan sengit Iran dan Israel perlahan tersibak.

Dari gurun tandus Iran, ratusan proyektil dilepaskan, bukan lagi lewat tangan ketiga atau sandiwara spionase, melainkan langsung menuju jantung lawan bebuyutan.

Ini bukan sekadar balas dendam, ini adalah penegasan kembali kedaulatan, sebuah pesan gamblang yang mengubah peta "perang bayangan" menjadi konfrontasi yang lebih telanjang.

Pemicunya, tak lain adalah rentetan misil di Damaskus, sebuah serangan yang menurut Teheran, merobek lembaran hukum internasional dan mematik amarah.

Damaskus, Garis Merah yang Terlampaui

Dua pekan sebelum hujan proyektil melanda Israel, tepatnya pada 1 April 2024, sebuah bangunan di sudut Damaskus, yang tak lain konsulat Iran, menjadi sasaran empuk serangan udara.

Serangan presisi ini, meski Israel tak pernah mengakui secara gamblang, menyisakan puing dan belasan nyawa, termasuk dua jenderal senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC): Brigadir Jenderal Mohammad Reza Zahedi dan wakilnya, Brigadir Jenderal Mohammad Hadi Haji Rahimi.

Zahedi bukan sembarang orang; dia adalah panglima Pasukan Quds IRGC untuk Suriah dan Lebanon, sebuah mata rantai vital dalam jaringan pengaruh Iran di kawasan. Kematiannya adalah pukulan telak, memicu geraman dari balik tirai besi kepemimpinan Teheran.

Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik jelas: konsulat atau kedutaan adalah wilayah berdaulat sebuah negara. Menyerang konsulat sama saja meninju langsung wilayah Iran.

Ini bukan lagi sekadar ‘perang urat syaraf’ atau sikut-sikutan ala spionase. Ini adalah pelanggaran kedaulatan yang fundamental, sebuah kenapa Iran serang israel langsung dan terukur.

Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, tak membuang waktu. Sumpah pembalasan disuarakan, sebuah janji yang tak bisa ditawar, apalagi oleh faksi garis keras di dalam negeri yang senantiasa menuntut ketegasan.

'Janji Sejati' dan Kalkulasi Bidak Catur Teheran

Ketika drone-drone Shahed-136 yang lambat mulai membelah angkasa malam 13 April, disusul rudal jelajah dan balistik yang melesat bak anak panah, dunia menahan napas.

Operasi "Janji Sejati" ini adalah unjuk gigi perdana Iran, serangan langsung dan berskala besar ke tanah Israel. Sekitar 170 drone jadi umpan pembuka, ditujukan untuk membanjiri radar pertahanan.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini