• Selasa, 21 Juli 2026

Babak Baru Transisi Energi, Danantara Indonesia Perkuat Kolaborasi Geothermal Pertamina–PLN Senilai US$5,4 Miliar

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 21:10 WIB
Danantara Indonesia fasilitasi kolaborasi Pertamina dan PLN. Langkah ini percepat pengembangan geothermal, kunci transisi energi bersih dan ketahanan nasional.
Danantara Indonesia fasilitasi kolaborasi Pertamina dan PLN. Langkah ini percepat pengembangan geothermal, kunci transisi energi bersih dan ketahanan nasional.

Sulawesitoday - Danantara Indonesia resmi menjadi fasilitator kolaborasi strategis antara raksasa energi BUMN, Pertamina dan PLN, untuk menggarap potensi energi panas bumi nasional. Sebuah langkah monumental, bukan hanya untuk ketahanan energi, tapi juga percepatan transisi menuju masa depan yang lebih bersih.

Kolaborasi ini, yang difasilitasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melalui PT Danantara Asset Management, adalah manifestasi nyata dari agenda ketahanan energi. Inisiatif ini mengikat dua pemain utama: Pertamina, sebagai pemilik wilayah kerja, dan PLN, sebagai pengguna dan penyedia listrik.

Jalinan ini dituangkan dalam sebuah Nota Kesepahaman (MoU) dan Head of Agreements. Ini menegaskan bahwa sinergi lintas entitas BUMN adalah kunci. Tujuannya jelas. Membangun sistem energi yang kokoh. Bertumpu pada sumber daya alam dalam negeri. Kolaborasi ini juga menjadi tulang punggung untuk mencapai visi Net Zero Emission 2060.

Rencana aksi pun tak main-main. Lima ratus tiga puluh megawatt (530 MW) dari 19 proyek eksisting akan diakselerasi melalui sinergi operasional. Lebih jauh lagi, kedua pihak sepakat mengkaji potensi tambahan, baik di wilayah kerja yang sudah berproduksi maupun area prospektif baru. Total potensi kapasitas bisa mencapai 1.130 MW, dengan estimasi nilai investasi hingga USD 5,4 miliar. Angka-angka ini mencerminkan ambisi besar yang bukan sekadar janji.

Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia, menegaskan kolaborasi ini sebagai bagian dari agenda strategis nasional. “Kami berkomitmen memastikan bahwa setiap inisiatif pengelolaan aset strategis dilaksanakan dengan tata kelola yang akuntabel, profesional, dan selaras dengan standar internasional,” ujarnya. Ia menambahkan, kerja sama terintegrasi ini menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemandirian energi Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menuturkan bahwa melalui PT Pertamina Geothermal Energy, pihaknya menjajaki skema kolaboratif ini. “Kami menjajaki skema kolaboratif yang memungkinkan optimalisasi potensi wilayah kerja panas bumi secara terukur dan progresif,” kata Simon. Ia menyebut, bersama PLN dan Danantara, Pertamina siap mempercepat realisasi proyek strategis yang kontribusinya langsung terasa pada target transisi energi nasional.

Di sisi lain, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menggarisbawahi peran sentral PLN. “Kolaborasi dengan Pertamina dan PGE yang difasilitasi oleh Danantara Indonesia menjadi wujud nyata sinergi antarlembaga untuk mempercepat proyek pembangkitan rendah karbon,” ucapnya. Hal ini, menurut Darmawan, memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga.

Inisiatif ini bukan sekadar urusan bisnis. Ini adalah manifestasi nyata dari visi besar negara. Danantara Indonesia, sebagai lokomotif transformasi energi, memastikan setiap langkah kemitraan berkontribusi pada ketahanan energi, peningkatan nilai aset strategis, dan pembangunan yang berkelanjutan. Kerja sama ini adalah fondasi yang kokoh untuk masa depan energi Indonesia.

Baca Juga: Tim Kejaksaan Agung Sita Mini Cooper hingga Mercedes-Benz, Terkait Skandal Korupsi Pertamina

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini