• Kamis, 4 Juni 2026

Jalur Trans Sulawesi Ampana-Poso Dibuka, Antrian Kendaraan Masih Mengular Pasca Longsor

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 17:44 WIB
Jalur Trans Sulawesi Ampana-Poso kembali dibuka setelah longsor 24 jam. Tak ada korban jiwa, tapi 8 properti rusak parah.
Jalur Trans Sulawesi Ampana-Poso kembali dibuka setelah longsor 24 jam. Tak ada korban jiwa, tapi 8 properti rusak parah.

Sulawesitoday - Akses jalan raya utama kembali beroperasi. Jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Ampana dan Poso akhirnya bisa dilalui kembali. Bencana longsor yang melumpuhkan jalur vital ini kini telah teratasi setelah upaya pembersihan intensif selama hampir 24 jam.

Bencana alam datang tanpa permisi. Senin sore kemarin, pukul 15.00 WITA tepatnya, material tanah dan bebatuan menghujani dua desa di Kecamatan Tojo. Desa Podi dan Desa Tongku menjadi saksi bisu kekuatan alam yang mengamuk. Jalur penghubung dua kabupaten ini pun lumpuh total.

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi hari menjadi pemicu utama. Tanah yang sudah jenuh air tak sanggup menahan beban. Longsor pun tak terhindarkan. Arus lalu lintas langsung macet. Ratusan kendaraan terjebak di kedua sisi jalur.

  • Bagaimana Proses Evakuasi dan Pembersihan Dilakukan?

Kapolsek Tojo bergerak cepat. IPTU I Gusti Lanang Mardika tak membuang waktu. Koordinasi langsung dengan PT. SBC segera dilakukan untuk menurunkan alat berat ke lokasi kejadian.

"Kami turun malam itu juga," ungkap IPTU Mardika dengan tegas. "Alat berat sudah di lokasi Senin malam."

Namun tantangan tak sesederhana yang dibayangkan. Material longsor bertumpuk di beberapa titik. Volumenya cukup masif untuk dikerjakan dalam hitungan jam. Tim pembersihan akhirnya bekerja hingga larut malam, namun terpaksa menghentikan operasi karena faktor keamanan dan pencahayaan yang minim.

Selasa pagi menjadi momentum penentuan. Pukul 09.00 WITA, tiga unit excavator kembali diturunkan. Fokus utama: titik longsor terberat di Desa Podi. Material tanah, batu, dan puing-puing dibersihkan secara sistematis.

Yang menarik dari operasi ini adalah kolaborasi lintas instansi yang solid. Kapolres dan Wakapolres Tojo Una-Una turun langsung memantau. Personel Polsek Tojo dan Polsek Ulubongka digabungkan. Koramil 1307-04 Tojo ikut terjun. Bahkan Camat Tojo hadir mengawal proses ini.

Hasilnya? Pukul 13.00 WITA siang tadi, jalur sudah bisa dilewati. Kendaraan roda dua dan roda empat mulai melintasi jalur yang baru saja "bangkit dari mati suri" ini. Meski demikian, antrian panjang masih terlihat jelas dari kedua arah – baik dari Poso menuju Ampana maupun sebaliknya.

Petugas gabungan masih bertahan di lokasi. Pengaturan arus lalu lintas menjadi prioritas. Satu persatu kendaraan dipandu melewati jalur yang masih terlihat basah dan berlumpur.

  • Apa Saja Kerugian yang Ditimbulkan Bencana Ini?

Kabar baiknya: tidak ada korban jiwa. Nihil. Namun, kerugian material menceritakan kisah yang berbeda.

Desa Podi menanggung beban paling berat. Satu unit rumah sekaligus warung hancur tertimpa material longsor. Tiga rumah lain mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Dinding retak, atap jebol, dan bagian struktur lainnya rusak parah.

Kendaraan juga tak luput dari amukan alam. Dua mobil – Honda Brio dan Toyota Avanza – terkena hantaman material longsor. Kondisinya cukup parah. Tiga unit sepeda motor tertimbun dan rusak berat.

"Total ada delapan properti dan kendaraan yang terdampak," jelas sumber dari tim evakuasi yang enggan disebutkan namanya. "Kerugian materiilnya cukup signifikan untuk ukuran warga desa."

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini