• Selasa, 21 Juli 2026

Gebrakan Menkeu Purbaya: WhatsApp Pengaduan, 26 Petugas Pajak Nakal Dipecat, Satgas Anti Barang Ilegal Dibentuk

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Senin, 13 Oktober 2025 | 18:58 WIB
Menkeu Purbaya luncurkan channel WhatsApp pengaduan petugas pajak-bea cukai nakal. 26 pegawai dipecat, satgas dibentuk. Efektifkah?
Menkeu Purbaya luncurkan channel WhatsApp pengaduan petugas pajak-bea cukai nakal. 26 pegawai dipecat, satgas dibentuk. Efektifkah?

Ia melanjutkan dengan pesan untuk pegawai pajak lainnya. "Pesannya adalah ke teman-teman pajak yang lain sekarang bukan saatnya main-main lagi."

Pemecatan massal ini menjadi sinyal kuat. Era permisif sudah lewat. Toleransi terhadap pelanggaran kini nol. Siapa pun yang tertangkap, akan diproses. Tanpa pandang bulu. Tanpa kompromi.

Namun, kritikus mungkin akan bertanya: apakah 26 orang cukup? Berapa banyak sebenarnya oknum yang masih berkeliaran? Dan apakah sistem pengawasan internal sudah cukup robust untuk mencegah pelanggaran serupa di masa depan?

  • Apa yang Ditemukan Saat Sidak Mendadak?

Tindakan lapangan Purbaya tak kalah menarik. Ia turun langsung. Tidak memberi kabar sebelumnya. Sidak mendadak ke Pelabuhan Tanjung Priok dan Kudus, Jawa Tengah, menjadi bukti.

Tujuannya sederhana: memastikan prosedur berjalan sesuai aturan. Barang impor diawasi ketat. Barang kena cukai tidak bocor ke pasar gelap.

Di Kudus, Jumat, 3 Oktober 2025, Purbaya bahkan memberikan peringatan keras kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama.

"Pak Dirjen yang kayak gini-gini gak boleh lepas ya. Kalau orangnya berkeliaran, besok dia impor ilegal lagi," ujar Purbaya dengan nada serius.

Pesan ini ditujukan untuk importir ilegal yang kerap lolos dari pengawasan. Purbaya menginginkan enforcement yang lebih ketat. Tidak ada lagi celah untuk manipulasi.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Keuangan bersama Bea Cukai membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Barang Ilegal dan Barang Kena Cukai Ilegal. Satgas ini mulai aktif sejak Juli 2025.

Keberadaan satgas ini diharapkan menjadi garda terdepan. Mereka bertugas menyisir pasar. Mengincar distributor nakal. Mengamankan barang ilegal sebelum beredar luas.

Sidak-sidak mendadak Purbaya mencerminkan kepemimpinan hands-on. Ia tidak hanya duduk di belakang meja. Ia turun ke lapangan. Melihat langsung. Mendengar keluhan petugas. Mengidentifikasi bottleneck dalam sistem.

Gaya kepemimpinan seperti ini memang efektif untuk jangka pendek. Namun, tantangan sebenarnya adalah membangun sistem yang bisa berjalan otomatis tanpa perlu kehadiran menteri di setiap lokasi.

  • Akankah Reformasi Ini Berhasil?

Pertanyaan besarnya kini: apakah semua gebrakan ini berkelanjutan? Atau hanya euforia sesaat?

Purbaya telah menunjukkan niat baik. Ia berani mengambil langkah kontroversial. Membuka akses langsung ke publik. Memecat pegawai nakal. Membentuk satgas khusus. Melakukan sidak mendadak.

Namun, reformasi birokrasi bukan sprint. Ia adalah maraton panjang. Butuh konsistensi. Butuh sistem yang solid. Butuh komitmen dari seluruh jajaran, bukan hanya satu figur.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini