Kepercayaan publik terhadap institusi pajak dan bea cukai telah terkikis selama bertahun-tahun. Memulihkannya tidak bisa dalam semalam. Butuh tindakan nyata. Butuh transparansi. Butuh akuntabilitas.
Channel WhatsApp mungkin langkah awal yang baik. Tapi ia harus diikuti dengan mekanisme tindak lanjut yang jelas. Laporan yang masuk harus diproses cepat. Pelanggar harus dihukum tegas. Hasil investigasi harus dipublikasikan.
Jika semua ini berjalan konsisten, mungkin kita bisa melihat perubahan nyata. Wajib pajak akan lebih percaya. Petugas akan lebih disiplin. Sistem akan lebih bersih.
Namun, jika ini hanya menjadi proyek pilot yang berumur pendek, maka skeptisisme publik akan semakin menguat. Dan kepercayaan yang sudah rapuh akan semakin hancur.
Purbaya kini berada di persimpangan. Ia punya momentum. Ia punya dukungan publik. Pertanyaannya: apakah ia bisa mempertahankannya?
Artikel Terkait
Insiden Kebakaran Cerobong Uap PT SLNC Morowali: Polres Turun Tangan, Dua Pekerja Dirawat Akibat Luka Bakar
Obat Dasar Habis di RSUD Anuntaloko, Pasien Kelas III Terpaksa Tebus di Luar - Muhammad Basuki Minta Pemda Bertindak Cepat
Menkeu Purbaya Sebut Era SBY Lebih Sejahtera, Data Ekonomi Jadi Bukti
Ultimatum Purbaya ke BEI-OJK, Tertibkan Penggoreng Saham dalam Setahun atau Insentif Pajak Tak Akan Dikasih
Gugatan Praperadilan Nadiem Makarim Ditolak, Kasus Chromebook Berlanjut ke Pengadilan