Digitalisasi menuntut kerja tim solid. Data harus terintegrasi. Layanan harus terkoneksi. Masyarakat tidak peduli siapa penanggung jawabnya. Mereka hanya ingin masalahnya selesai. Cepat dan tuntas.
Tantangan Apa yang Dihadapi?
Tentu saja ada tantangannya. Perubahan selalu membawa resistensi. Beberapa pihak mungkin nyaman dengan kondisi existing. Mereka enggan beradaptasi.
Namun, Pemkab Parigi Moutong tampak siap. Sosialisasi ini langkah awalnya. Edukasi jadi kunci. Pemahaman komprehensif diharapkan mengurangi resisten. "Proses penataan harus terarah," tandas Zulfinasran.
Kapasitas SDM aparatur juga jadi perhatian. Mereka harus lebih responsif. Lebih inovatif. Dan yang penting, lebih peduli terhadap kebutuhan masyarakat. Pelatihan dan pengembangan kompetensi menjadi agenda lanjutannya.
Artikel Terkait
Parigi Moutong Tancap Gas, Festival Teluk Tomini Kembali Raih Pengakuan Nasional
Festival Teluk Tomini 2025 Jadi Magnet Wisata, Parigi Moutong Perkuat Ekonomi Kreatif Lokal
Ferry Irwandi Sebut Vonis Ira Puspadewi Jadi Alarm Bahaya Profesional BUMN
Temuan Lencana Polri di Mobil Kecelakaan Tol Bakter Berisi 34 Bungkus Ekstasi, Pengemudi Kabur
Mata Tertuju Kayubura, Ketika Sportivitas Jadi Mahkota Sejati di Lomba Mancing FTT Parigi Moutong 2025