Sulawesitoday - Sebuah mobil terlibat kecelakaan. Lokasinya di Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), Lampung. Waktu kejadian Kamis, 20 November 2025. Yang mengejutkan, pengemudinya menghilang tanpa jejak. Di dalam kendaraan, petugas menemukan puluhan ribu butir pil ekstasi.
Kanit PJR Ditlantas Polda Lampung, Iptu Heriansyah, mengonfirmasi temuan tersebut. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh. Namun kendala teknis menghambat penyelidikan. Pengemudi yang seharusnya berada di lokasi justru lenyap seperti ditelan bumi.
"Ini kasus yang cukup unik," ujar Heriansyah kepada wartawan, Jumat, 21 November 2025. Mobil bernomor polisi Bandung itu ditemukan dalam kondisi kecelakaan. Tidak ada pengemudi. Tidak ada korban lain. Yang ada hanya 34 bungkus plastik hitam berisi pil ekstasi.
Barang bukti tersebut terserak di dalam kendaraan. Video amatir yang beredar memperlihatkan enam tas penuh narkotika. Angka kasarnya mencapai puluhan ribu butir. Temuan ini membuka dugaan keras tentang jalur peredaran narkoba lintas daerah yang menggunakan jalan tol sebagai rute distribusi.
Kenapa CCTV Tidak Merekam Kejadian?
Pertanyaan pertama yang muncul: kenapa kamera pengawas gagal menangkap insiden? Jawabannya terletak pada keterbatasan teknis. Polisi telah mengamankan rekaman CCTV dari beberapa titik. Hasilnya mengecewakan.
"CCTV sudah kita pegang tapi enggak terdeteksi karena dia jaraknya jauh. Lokasi juga kurang pencahayaan," jelas Heriansyah. Jarak pantau yang terlalu jauh membuat visual tidak jelas. Pencahayaan minim memperburuk situasi. Rekaman yang ada hanya menampilkan bayangan samar.
Kondisi ini menciptakan ruang gelap dalam penyelidikan. Tanpa bukti visual yang memadai, polisi kesulitan merekonstruksi kejadian. Mereka harus mengandalkan barang bukti fisik dan kesaksian terbatas. Teknologi yang seharusnya membantu justru menjadi hambatan.
Polisi kini mencari rekaman CCTV tambahan. Titik-titik masuk dan keluar tol diperiksa ulang. Harapannya menemukan jejak kendaraan sebelum kecelakaan. Namun hingga kini belum ada perkembangan signifikan.
Apakah Pengemudi Dalam Pengaruh Narkoba?
Dugaan kuat mengarah pada penggunaan narkoba. Polisi menemukan alat hisap di dalam mobil. Posisinya dekat dengan kemudi. Kondisi kendaraan menunjukkan kecepatan tinggi sebelum kecelakaan.
"Diduga kecepatan, ngantuk atau dia mungkin lagi makai juga. Karena ada alat hisapnya di dalam," tutur Heriansyah. Tiga kemungkinan ini saling terkait. Pengemudi yang menggunakan narkoba cenderung kehilangan konsentrasi. Kecepatan tinggi memperparah risiko.
Patroli dini hari tidak menemukan kejadian apapun. Petugas melintas pukul 03.00 dan 04.00 dini hari. Tidak ada kecelakaan. Tidak ada aktivitas mencurigakan. "Malam juga patroli jam 3 jam 4 patroli lewat itu enggak ada," kata Heriansyah.
Fakta ini mempersempit rentang waktu kejadian. Kecelakaan diduga terjadi antara pukul 04.00 hingga pagi hari. Jeda waktu yang singkat membuat pengemudi punya cukup waktu untuk kabur. Atau mungkin seseorang menjemputnya segera setelah insiden.
Artikel Terkait
KUHAP Baru Tuai Polemik: Celah "Keadaan Mendesak" Disorot Publik
Bupati Parigi Moutong Tekankan Pentingnya Pembinaan Atlet Jelang Porprov 2026
Parigi Moutong Tancap Gas, Festival Teluk Tomini Kembali Raih Pengakuan Nasional
Festival Teluk Tomini 2025 Jadi Magnet Wisata, Parigi Moutong Perkuat Ekonomi Kreatif Lokal
Ferry Irwandi Sebut Vonis Ira Puspadewi Jadi Alarm Bahaya Profesional BUMN