Penjelasan itu membuka mata beberapa warga. Namun kekecewaan tetap membayang. Mereka ingin jawaban konkret. Bukan janji-janji manis semata.
Apakah Ada Solusi yang Disepakati?
Mediasi berlangsung alot selama hampir dua jam. Akhirnya ditemukan titik temu. Warga penyegel menyatakan bersedia membuka segel. Syaratnya cuma satu: bertemu langsung dengan Bupati Parigi Moutong.
Wakapolres langsung menghubungi bupati. Komunikasi intens beberapa menit. Kabar baik datang. Pertemuan dipastikan terlaksana hari ini, Rabu, 3 Desember 2025 pukul 14.00 Wita. Lokasinya di Kantor Bupati.
Kesepakatan itu disambut lega semua pihak. Warga merasa didengar. Pemerintah desa mendapat napas lega. Polisi berhasil mencegah kerusuhan.
Wakapolres Kompol H. Romy Gafur menutup mediasi dengan imbauan. Ia meminta seluruh warga Desa Torue menjaga keamanan. Jangan mudah terprovokasi. "Ini soal hubungan antarwarga juga," tegas Romy Gafur. "Jangan sampai perpecahan permanen terjadi."
Polres Parigi Moutong berharap pertemuan dengan bupati menghasilkan solusi konkret. Pelayanan desa harus kembali normal. Kepercayaan warga perlu dipulihkan.
Baca Juga: DPRD Parigi Moutong Resmi Ajukan Hak Angket, Wakil Bupati Dinilai Lampaui Kewenangan
Artikel Terkait
Operasi Lintas Negara Berhasil Tangkap Gembong Narkoba Dewi Astutik di Kamboja
Cak Imin Kirim Surat Resmi ke Tiga Menteri, Minta Taubatan Nasuha Kebijakan Lingkungan
Erni Sitorus Bertemu Mantan Napi Korupsi, KPK Diam Seribu Bahasa - Aktivis Desak Pemanggilan
Zulkifli Hasan Dibidik Jadi Biang Kerok Banjir Sumatera, Begini Pembelaannya
KPK Bongkar Duet Yaqut dan Bos Maktour Fuad Masyhur: Raup Untung dari Tabrak Aturan Kuota Haji