• Selasa, 21 Juli 2026

Viral Curhat Dua Bocah Pengungsi Banjir Aceh Tamiang: Pengin Makan Rendang dan Bakso

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Jumat, 19 Desember 2025 | 18:08 WIB
Dua bocah pengungsi banjir Aceh Tamiang malu-malu sebut ingin makan rendang dan bakso. Video viral, warganet buka donasi 1.000 porsi.
Dua bocah pengungsi banjir Aceh Tamiang malu-malu sebut ingin makan rendang dan bakso. Video viral, warganet buka donasi 1.000 porsi.

"Insya Allah seribu porsi, kita bawa kemari, kita makan ramai-ramai," ungkap sang pengunggah dalam video terbarunya. Rencana makan bersama ini dijadwalkan segera terlaksana. Menu utamanya tentu saja rendang dan bakso, sesuai permintaan kedua bocah tadi.

Gerakan solidaritas ini mendapat sambutan luar biasa. Dalam waktu singkat, donasi mulai berdatangan dari berbagai pihak. Warganet yang tersentuh video tersebut ikut menyumbang sesuai kemampuan. Sebagian besar donatur mengaku terdorong oleh kesederhanaan permintaan kedua anak itu.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi jumlah donasi terkumpul. Namun antusiasme masyarakat terlihat dari ribuan komentar positif dan dukungan moral yang terus berdatangan.

Kondisi Pengungsi Banjir di Aceh Tamiang

Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang merupakan bagian dari serangkaian bencana di Sumatera. Ratusan rumah rusak parah, bahkan ada yang hanyut tersapu arus. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Posko-posko pengungsian kini dipenuhi tenda darurat. Warga berdesakan dengan fasilitas terbatas. Dapur umum menjadi tumpuan utama pemenuhan kebutuhan pangan. Namun menu yang disediakan tentu sangat terbatas. Prioritas utama adalah mengenyangkan perut, bukan memanjakan lidah.

Anak-anak pengungsi seperti kedua bocah dalam video itu adalah kelompok paling rentan. Mereka harus beradaptasi dengan kondisi yang jauh dari kata nyaman. Tidur beralaskan tikar, berbagi ruang sempit dengan puluhan orang lain. Kehilangan rutinitas bermain dan sekolah seperti biasa.

Di tengah kondisi sulit itu, mereka bahkan malu mengungkapkan keinginan sederhana. Ketakutan membebani orang lain tampak jelas dari nada bicara mereka yang lirih. Padahal, meminta sepiring makanan enak adalah hak yang sangat wajar bagi setiap anak.

Pelajaran dari Kesederhanaan Anak-Anak

Video berdurasi singkat itu menyimpan pesan mendalam. Di era serba berlimpah ini, kita kerap lupa bersyukur atas hal-hal kecil. Rendang dan bakso yang mudah kita beli kapan saja, bagi mereka adalah kemewahan yang harus diimpikan dulu.

Kesederhanaan permintaan kedua bocah itu jadi cermin bagi banyak orang. Betapa mudahnya kita mengeluh soal hal-hal sepele. Sementara di tempat lain, ada anak-anak yang hanya ingin makan makanan enak sekali saja.

Rasa malu mereka saat menyebut rendang dan bakso juga jadi refleksi penting. Empati dan kepekaan sosial ternyata sudah tertanam dalam diri anak-anak itu. Mereka tidak ingin merepotkan, meski sebenarnya berhak mendapat bantuan penuh.

Solidaritas yang muncul dari video ini membuktikan satu hal. Kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat. Cerita sederhana bisa menggerakkan ribuan orang untuk berbuat baik. Donasi yang terkumpul bukan sekadar soal uang, tapi simbol kepedulian kolektif.

Baca Juga: Dua Telur untuk 23 Jiwa, Kisah Miris Warga Aceh Tamiang Bertahan Hidup Saat Terisolir Banjir

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini