Sulawesitoday - Bencana datang tanpa kompromi. Banjir bandang Aceh Tamiang akhir November 2025 menyisakan luka. Namun di balik tragedi, ada cerita penyelamatan. Sebuah masjid tua berdiri kokoh. Ia menahan amukan gelondongan kayu. Jutaan batang kayu berhenti di sana.
Masjid milik Pondok Pesantren (PP) Darul Mukhlisin menjadi viral. Media sosial dipenuhi testimoni warga. Mereka menyebut masjid itu sebagai "benteng terakhir." Tanpa masjid itu, kampung bisa musnah. RSUD Aceh Tamiang pun terancam.
Tragedi di kabupaten pantai timur Aceh ini meninggalkan trauma kolektif. Banjir bandang datang dari hulu. Air bercampur lumpur dan kayu menerjang pemukiman. Dalam hitungan jam, ratusan rumah rusak. Puluhan warga mengungsi. Infrastruktur lumpuh.
Akun Instagram @tanyoe.acehtamiang mengunggah foto masjid pesantren pada 23 Desember 2025. Foto itu memperlihatkan tumpukan kayu raksasa. Tingginya mencapai empat meter. Kayu-kayu itu tersangkut di sekeliling masjid. Seperti bendungan alami yang terbentuk dadakan.
"Pesantren jadi benteng," tulis akun tersebut singkat. Komentar netizen membludak. Banyak yang menyebut ini keajaiban. Ada juga yang memuji kekuatan struktur bangunan. Namun sebagian lain mempertanyakan: dari mana kayu sebanyak itu?
Bagaimana Masjid Bisa Menahan Jutaan Kayu?
Lokasi strategis PP Darul Mukhlisin menjadi kunci. Pesantren ini berdiri di jalur aliran sungai. Posisinya tepat di lintasan banjir dari hulu menuju kota. Struktur bangunan masjid pun kokoh. Pondasinya dalam dan kuat.
Saat banjir datang, gelondongan kayu mengalir deras. Mereka bergerak cepat bersama arus. Kayu-kayu itu menghantam masjid lebih dulu. Bangunan masjid tidak roboh. Ia malah menahan laju kayu. Tumpukan terbentuk di sekelilingnya.
Warga sekitar menyaksikan kejadian dramatis itu. Mereka tak bisa berbuat apa-apa. Hanya berdoa masjid tetap berdiri. Jika masjid ambruk, kampung mereka habis.
Seorang warga lokal menjelaskan kronologi kepada tim relawan. "Kayu datang seperti tsunami," katanya. "Suaranya menggelegar. Kami pikir ini kiamat."
Masjid itu menahan beban luar biasa. Kayu terus menumpuk selama berjam-jam. Namun struktur bangunan bertahan. Ia selamatkan ratusan rumah di belakangnya.
Anies Baswedan Saksikan Langsung Kondisi Pesantren
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengunjungi lokasi bencana. Kunjungannya pada 17 Desember 2025 diabadikan dalam video. Ia mengunggahnya di Instagram @aniesbaswedan.
"PP Darul Mukhlisin, pesantren yang menjadi benteng saat bencana," tulis Anies. Dalam video, seorang warga menjelaskan detail kejadian. Mereka berdiri di dekat tumpukan kayu.
Artikel Terkait
Nelayan Parigi Moutong Tuntut Ganti Rugi 48 Rompon Akibat Survei Seismik 3D di Teluk Tomini
Operasi Anti-Tambang Ilegal Polda Sulteng Berakhir Hampa, Publik Curiga Ada Permainan Oknum APH
Di Tengah Pujian Kesuksesan, Film Timur Alirkan Rezeki untuk Korban Bencana Sumatera
Pelajar dan Mahasiswa Moutong Himpun Rp12,3 Juta untuk Korban Bencana Sumatra
Di Kegelapan Malam, Warga Aceh Tamiang Lawan Lumpur Tanpa Alat Berat