• Selasa, 21 Juli 2026

Tragedi Gunung Slamet, Syafiq Ditemukan Tewas Setelah Dua Pekan Hilang

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Jumat, 16 Januari 2026 | 19:19 WIB
Jenazah Syafiq Ridhan (18) ditemukan relawan di jurang Gunung Slamet, 15 hari usai hilang. SAR resmi sudah hentikan operasi.
Jenazah Syafiq Ridhan (18) ditemukan relawan di jurang Gunung Slamet, 15 hari usai hilang. SAR resmi sudah hentikan operasi.

Sulawesitoday - Gunung Slamet kembali berduka. Kabut tebal seolah menyelimuti kabar duka. Syafiq Ridhan Ali Razan ditemukan. Pemuda itu sudah tidak bernyawa.

Rabu, empat belas Januari dua ribu dua puluh enam. Tim SAR gabungan bergerak cepat. Jenazah Syafiq dievakuasi dari jurang. Lokasinya berada di Watu Langgar.

Titik ini adalah lereng curam. Tepatnya di pos tujuh pendakian. Masuk wilayah Gunung Malang, Purbalingga. Medan ini memang sangat berat.

Wakapolres Purbalingga memberikan penjelasan resmi. Kompol Agus Amjat Purnomo bicara. Beliau memaparkan kronologi kejadian tragis. Almarhum mendaki sejak akhir Desember.

Sabtu, dua puluh tujuh Desember. Syafiq memulai perjalanannya dari Dipajaya. Ia ditemani oleh rekannya, Himawan. Mereka berencana menaklukkan puncak Slamet.

Namun alam punya rencana lain. Senin, dua puluh sembilan Desember. Himawan ditemukan sendirian di pos sembilan. Ia melaporkan bahwa Syafiq hilang.

Operasi pencarian segera dilakukan masif. Tim SAR menyisir tiap sudut. Namun hingga tujuh Januari, nihil. Operasi resmi terpaksa dihentikan sementara.

Relawan mandiri tidak menyerah begitu saja. Mereka terus mencari di rimba. Hingga akhirnya jenazah ditemukan Rabu kemarin. Kondisinya berada di dasar jurang.

Pemeriksan medis segera dilakukan intensif. Dokter Gunawan dari RSUD Goeteng memimpin. Hasil visum luar sangat mengejutkan. Kematian diperkirakan sudah dua pekan.

"Kurang lebih lima belas hari," jelas Amjat. Rentang waktu itu sangat panjang. Artinya, ajal menjemput tak lama. Sejak ia dinyatakan hilang kontak.

Polisi memastikan tidak ada kekerasan. Tanda penganiayaan tidak ditemukan petugas. Kematian ini murni karena kecelakaan. Pihak keluarga sudah menerima ikhlas.

Koordinassi dengan keluarga berjalan lancar. Mereka menolak dilakukan prosedur autopsi. Surat pernyataan tertulis sudah diteken. Jenazah kini telah dipulangkan.

Tragedi ini menjadi pengingat keras. Gunung bukan sekadar tempat bermain. Ada resiko besar yang mengintai. Ketabahan kini menjadi milik keluarga.

Baca Juga: Pamit Umroh, Salim A Fillah Tinggalkan Jembatan untuk Tujuh Desa di Aceh

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini