• Senin, 20 Juli 2026

Mesin Bermasalah, Pesawat Smart Air Mendarat Darurat di Pantai Nabire, 13 Orang Selamat

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Selasa, 27 Januari 2026 | 15:15 WIB
Pesawat Smart Air PK-SNS rute Nabire-Kaimana mendarat darurat di pantai ujung landasan 17 Bandara Nabire akibat gangguan mesin. Sebanyak 13 penumpang dan kru dipastikan selamat.
Pesawat Smart Air PK-SNS rute Nabire-Kaimana mendarat darurat di pantai ujung landasan 17 Bandara Nabire akibat gangguan mesin. Sebanyak 13 penumpang dan kru dipastikan selamat.

Sulawesitoday - Tujuannya satu: Kaimana. Pesawat itu milik Smart Air, tipenya C208B dengan registrasi PK-SNS. Siang itu, pukul 13.01 WIT, mesin sudah menderu di Bandara Douw Aturure, Nabire.

Di kokpit ada Capt. Tania K.. Dialah sang Pilot in Command (PIC). Tugasnya berat: membawa 13 orang—termasuk awak pesawat—terbang membelah langit Papua.

Awalnya semua tampak normal. Sampai kemudian ada gangguan. Bukan cuaca, tapi engine. Mesin bermasalah.

Capt. Tania tidak mau ambil risiko. Keputusannya cepat: Return to Base (RTB). Balik kanan. Kembali ke Nabire.

Tapi, menerbangkan pesawat yang sedang "sakit" tentu tidak mudah. Ternyata tenaga mesin—thrust power-nya—terus melorot. Semakin turun. Semakin mengkhawatirkan.

Di saat kritis seperti itu, pilot harus memilih. Dan Tania memilih: mendarat darurat.

Lokasinya bukan di tengah landasan yang mulus. Melainkan di ujung pantai landasan 17 Bandara Douw Aturure. Pesawat itu pun mengalami crash landing.

Tujuannya satu: Kaimana. Pesawat itu milik Smart Air, tipenya C208B dengan registrasi PK-SNS. Siang itu, pukul 13.01 WIT, mesin sudah menderu di Bandara Douw Aturure, Nabire. Di kokpit ada Capt. Tania

Bagaimana nasib 13 orang di dalamnya?

Inilah kabar baiknya. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, sudah menerima laporannya: tidak ada korban jiwa. Seluruh penumpang dan awak pesawat dievakuasi dengan selamat ke terminal bandara.

Saat ini, pesawat tersebut tengah ditarik ke arah pantai. Pihak otoritas bandara, TNI, hingga kepolisian terus berkoordinasi agar situasi tetap terkendali.

Mendarat darurat di pantai tentu bukan perkara gampang. Namun, keputusan cepat Capt. Tania hari itu telah menyelamatkan belasan nyawa.

Di ujung landasan 17 itu, maut berhasil dihindari. Selamat untuk Capt. Tania. Selamat untuk para penumpang. Ternyata, dalam penerbangan, keputusan yang tepat jauh lebih berharga daripada sekadar keberanian.

Baca Juga: Viral! Pesepeda di Sudirman Dimaki Oknum Ojol, Diselamatkan Ojol Lain di Dukuh Atas

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini