• Selasa, 21 Juli 2026

Viral Es Kue Jadul Berbahan Spons Ternyata Hoaks, Polisi Pastikan Layak Konsumsi

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Senin, 26 Januari 2026 | 20:28 WIB
Polisi memastikan kabar pedagang es kue berbahan spons adalah hoaks setelah hasil uji laboratorium menyatakan produk tersebut layak konsumsi dan aman bagi kesehatan.,, Pihak kepolisian juga memberikan
Polisi memastikan kabar pedagang es kue berbahan spons adalah hoaks setelah hasil uji laboratorium menyatakan produk tersebut layak konsumsi dan aman bagi kesehatan.,, Pihak kepolisian juga memberikan

Sulawesitoday - Aduh. Kasihan nian Pak Suderajat.

Sudah tua. Jualan es kue jadul. Masih harus kena fitnah pula. Gara-garanya hanya satu: video viral.

Isinya mengerikan. Pak Suderajat diinterogasi. Beliau dituding menjual es gabus yang berbahan spons atau busa. Dalam rekaman yang beredar, terlihat ada anggota Polri dan TNI yang memegang es itu. Mereka mengetesnya dengan cara dibakar.

Begitu dibakar, mereka langsung yakin: ini bukan puding, ini busa.

Yang lebih menyedihkan, pedagang tua itu sampai dipaksa memakan sendiri dagangannya untuk membuktikan keamanan es tersebut. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Pak Suderajat saat itu. Sudahlah dagangan dituduh berbahaya, harga dirinya pun seolah ikut terbakar.

Beruntung, Polres Metro Jakarta Pusat bertindak cepat. Tidak sekadar ikut-ikutan emosi media sosial. Kasat Reskrim AKBP Roby Heri Saputra langsung turun tangan.

Pihak kepolisian menggunakan cara yang benar: ilmu pengetahuan.

Barang dagangan Pak Suderajat diamankan. Bukan untuk disita selamanya, tapi untuk diuji oleh Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya. Hasilnya? Clear. Es kue, es gabus, hingga cokelat mesesnya dipaksa menyerah oleh uji laboratorium: semuanya aman dan layak konsumsi. Tidak ada zat berbahaya, apalagi spons.

Untuk memastikan lebih dalam, sampelnya bahkan dikirim ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik Polri. Polisi juga sampai mengecek lokasi pembuatannya di Depok. Hasilnya tetap sama: hoaks. Tidak ada itu bahan busa.

Setelah terbukti bersih, Pak Suderajat pun dipulangkan ke rumahnya di Depok.

Yang membuat saya terenyuh, polisi tidak membiarkan Pak Suderajat rugi begitu saja. Uang dagangannya diganti oleh pihak kepolisian. Ini wujud empati. Polisi paham bahwa bagi pedagang kecil, hasil jualan harian itu sangat berarti untuk menyambung hidup.

AKBP Roby pun menitipkan pesan penting bagi kita semua: jangan mudah percaya isu viral. Dunia digital ini kejam. Berita bohong bisa menyebar lebih cepat daripada kebenaran itu sendiri.

Kadang, jempol kita memang lebih cepat bergerak daripada akal sehat. Kasus Pak Suderajat ini jadi pengingat. Jangan sampai niat hati ingin waspada, malah menghancurkan nafkah orang kecil yang jujur mencari makan.

Pak Suderajat, selamat berjualan kembali. Semoga es gabusnya makin laris setelah ujian ini.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini