Sulawesitoday - Aduh. Kasihan nian Pak Suderajat.
Sudah tua. Jualan es kue jadul. Masih harus kena fitnah pula. Gara-garanya hanya satu: video viral.
Isinya mengerikan. Pak Suderajat diinterogasi. Beliau dituding menjual es gabus yang berbahan spons atau busa. Dalam rekaman yang beredar, terlihat ada anggota Polri dan TNI yang memegang es itu. Mereka mengetesnya dengan cara dibakar.
Begitu dibakar, mereka langsung yakin: ini bukan puding, ini busa.
Yang lebih menyedihkan, pedagang tua itu sampai dipaksa memakan sendiri dagangannya untuk membuktikan keamanan es tersebut. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Pak Suderajat saat itu. Sudahlah dagangan dituduh berbahaya, harga dirinya pun seolah ikut terbakar.
Beruntung, Polres Metro Jakarta Pusat bertindak cepat. Tidak sekadar ikut-ikutan emosi media sosial. Kasat Reskrim AKBP Roby Heri Saputra langsung turun tangan.
Pihak kepolisian menggunakan cara yang benar: ilmu pengetahuan.
Barang dagangan Pak Suderajat diamankan. Bukan untuk disita selamanya, tapi untuk diuji oleh Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya. Hasilnya? Clear. Es kue, es gabus, hingga cokelat mesesnya dipaksa menyerah oleh uji laboratorium: semuanya aman dan layak konsumsi. Tidak ada zat berbahaya, apalagi spons.
Untuk memastikan lebih dalam, sampelnya bahkan dikirim ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik Polri. Polisi juga sampai mengecek lokasi pembuatannya di Depok. Hasilnya tetap sama: hoaks. Tidak ada itu bahan busa.
Setelah terbukti bersih, Pak Suderajat pun dipulangkan ke rumahnya di Depok.
Yang membuat saya terenyuh, polisi tidak membiarkan Pak Suderajat rugi begitu saja. Uang dagangannya diganti oleh pihak kepolisian. Ini wujud empati. Polisi paham bahwa bagi pedagang kecil, hasil jualan harian itu sangat berarti untuk menyambung hidup.
AKBP Roby pun menitipkan pesan penting bagi kita semua: jangan mudah percaya isu viral. Dunia digital ini kejam. Berita bohong bisa menyebar lebih cepat daripada kebenaran itu sendiri.
Kadang, jempol kita memang lebih cepat bergerak daripada akal sehat. Kasus Pak Suderajat ini jadi pengingat. Jangan sampai niat hati ingin waspada, malah menghancurkan nafkah orang kecil yang jujur mencari makan.
Pak Suderajat, selamat berjualan kembali. Semoga es gabusnya makin laris setelah ujian ini.
Artikel Terkait
Buat Podcast Full AI dengan Leonardo AI, Hunen dan Google AI Studio
Sawes S2000, Power Bank Raksasa di Langit Cina yang Bisa Aliri Listrik 1500 Rumah
Tinjau Titik Terparah Banjir Bandang Pemalang, Taj Yasin Dorong Pemerintah Pusat Perkuat Hutan Lindung
Infinix Note 8 Edge, HP Rp3 Jutaan Rasa iPhone dengan Baterai 6500 mAh Paling Tipis!
Tahun Nol Otomotif 2026, Mobil Listrik China Libas Raksasa Eropa dan Tesla