Sulawesitoday - Sudirman itu ikon Jakarta. Harusnya tertib. Apalagi di sana sudah ada jalur khusus sepeda yang jelas batasnya.
Tapi, Selasa itu—27 Januari 2026—ceritanya jadi lain. Lokasinya di daerah Dukuh Atas.
Namanya Fedryano Ravael. Pagi itu ia sedang asyik bersepeda. Tentu, sambil merekam. Tiba-tiba, tiiit! Suara klakson memecah suasana. Seorang oknum driver ojek online (ojol) memberhentikannya.
Bukan sekadar berhenti. Fedryano justru dimaki-maki. Diteriaki dengan kata-kata kasar.
"Saya diteriakin tol*l," ungkap Fedryano.
Rupanya, oknum ojol itu tidak terima. HP Fedryano pun nyaris dirampas. Mungkin karena ia merekam kejadian itu.
Untung Fedryano cerdik. Ia memilih berhenti di tempat yang banyak orang.
Maka, terjadilah hal yang menarik: solidaritas yang benar. Ada driver ojol lain di lokasi yang justru datang menolong Fedryano. Ojol ini bukan membela rekan seprofesinya yang salah, tapi membela pesepeda yang diintimidasi.
Berkat ojol yang baik hati itu, HP Fedryano selamat. Si oknum yang tadi galak pun langsung "cabut" setelah diteriaki oleh rekannya sesama ojol.
Fedryano tidak tinggal diam. Ia merasa harga dirinya diinjak di jalur yang benar. Ia langsung menuju Polres Metro Jakarta Pusat untuk membuat laporan polisi. Ia bahkan sempat me-mention akun Gojek Indonesia di media sosialnya.
Pihak kepolisian pun bergerak cepat. Mereka sudah memberikan respons dan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat ini, kasus tersebut masih dalam pantauan petugas.
Video insiden ini pun meledak di media sosial. Sudah ditonton lebih dari 920 ribu kali. Warganet riuh. Banyak yang memuji ojol yang datang menolong tadi.
"Nah gitu, kalau ojol salah, ojol yang lain kayak begini, nggak ngebela, baru keren," tulis salah satu warganet.
Artikel Terkait
Tahun Nol Otomotif 2026, Mobil Listrik China Libas Raksasa Eropa dan Tesla
Viral Es Kue Jadul Berbahan Spons Ternyata Hoaks, Polisi Pastikan Layak Konsumsi
Keadilan 100 Persen, Posbankum Kini Hadir di Tiap Desa dan Kelurahan Sulawesi Tengah
Kapolri Jenderal Listyo Sigit: Lebih Baik Jadi Petani daripada Polri di Bawah Kementerian
Menteri Transmigrasi Panen Raya 300 Hektare Padi di Parigi Moutong