• Senin, 20 Juli 2026

Viral Buang Sampah di Tol, Kru Bus Madu Kismo Kena Skorsing Sebulan dan Minta Maaf

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 16 Maret 2026 | 20:52 WIB
Aksi kru bus Madu Kismo buang sampah di jalan tol viral. Perusahaan minta maaf, kru diskors sebulan, namun jawaban sinis admin kini jadi sorotan warga.
Aksi kru bus Madu Kismo buang sampah di jalan tol viral. Perusahaan minta maaf, kru diskors sebulan, namun jawaban sinis admin kini jadi sorotan warga.

Sulawesitoday - Jalan tol itu seharusnya mulus. Bersih. Nyaman bagi siapa saja yang melintas. Tapi Kamis, 12 Maret 2026 lalu, pemandangan di bahu jalan tol terusik. Bukan karena kecelakaan, tapi karena urusan remeh yang jadi besar: sampah.

Sebuah bus merah menyala berhenti. Di lambungnya tertulis jelas: PT Madu Kismo Trans. Dari pintu belakang, seorang kru muncul membawa kardus. Isinya plastik-plastik bekas. Tanpa ragu, kardus itu dikosongkan begitu saja ke rumput pinggir tol.

Aksi itu terekam kamera. Diunggah akun TikTok @sandiadista0. Dalam sekejap, jagat maya heboh. Ditonton lebih dari 1,5 juta kali. Penonton geram. "Kok bisa-bisanya bus sebesar itu tidak punya tempat sampah di dalam?" mungkin begitu pikir mereka.

Senin, 16 Maret 2026, manajemen mulai sibuk. Kolom komentar penuh dengan caci maki dan harapan agar ada tindakan tegas. Pihak perusahaan pun langsung bereaksi di media sosial.

"Kami minta maaf atas kejadian tersebut, akan kami tegur kru yang bersangkutan. Terima kasih," tulis admin resmi bus tersebut.

Kru yang membuang sampah pun muncul ke permukaan. Lewat video yang diunggah Minggu, 15 Maret 2026, wajah-wajah lesu terlihat. Syafaat, nama kru itu, mengakui kesalahannya di depan kamera.

"Saya atas nama Syafaat, kru Madu Kismo mohon maaf kepada pimpinan Madu Kismo, petugas jalan tol karena saya telah membuang sampah sembarangan," ujarnya lirih. Sang sopir pun ikut meminta maaf. Ia merasa lalai menjaga perilaku krunya.

Masalah selesai? Belum.

Gaya komunikasi manajemen justru memicu api baru. Sebuah tangkapan layar percakapan WhatsApp tersebar. Ada warga net yang melontarkan sindiran tajam soal biaya angkut sampah, tapi jawaban dari admin bus justru terkesan menantang.

"Oh kakaknya mau angkut? Terima kasih banyak atas kepeduliannya ya," balas sang admin. Jawaban yang dianggap tidak profesional. Bukannya meredam, malah "nge-gas".

Komentar pedas kembali mengalir deras. Ada yang menyebut manajemen konyol, ada pula yang mengingatkan bahwa sektor pelayanan sangat bergantung pada citra. Sekali viral negatif, dampaknya bisa panjang.

Manajemen akhirnya mengambil langkah konkret untuk mendinginkan suasana. Nomor WhatsApp yang sebelumnya "galak" itu diklarifikasi bukan milik admin resmi. Hukuman pun dijatuhkan. Kru dan sopir yang terlibat langsung diistirahatkan.

"Mereka sudah di-skorsing sebulan tidak boleh bekerja," tegas pihak manajemen melalui pernyataan terbarunya.

Sebulan tanpa narik bus tentu bukan waktu yang singkat. Ini pelajaran mahal bagi para pelayan publik di jalan raya. Bahwa di era digital, mata ada di mana-mana. Dan membuang sampah sembarangan bukan lagi sekadar masalah kebersihan, tapi soal martabat perusahaan.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini