• Senin, 20 Juli 2026

Godzilla El Nino Datang April 2026: Jawa-NTT Siaga Kekeringan, Sulawesi Maluku Banjir!

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 22 Maret 2026 | 21:54 WIB
​BRIN prediksi Godzilla El Nino & IOD Positif hantam RI April 2026. Pantura Jawa siaga kekeringan, wilayah Timur banjir. Intip strategi mitigasinya di sini!
​BRIN prediksi Godzilla El Nino & IOD Positif hantam RI April 2026. Pantura Jawa siaga kekeringan, wilayah Timur banjir. Intip strategi mitigasinya di sini!

Sulawesitoday - Nama panggilannya seram: 'Godzilla' El Nino. Datangnya pun sebentar lagi: April 2026. Begitu prediksi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kali ini bukan El Nino biasa. Ia ditemani oleh 'saudara' kembarnya dari Samudra Hindia: Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Jika keduanya berpelukan, urusannya panjang. Indonesia bisa kering kerontang.

"Pemerintah perlu mewaspadai dampak kekeringan yang dapat mengancam lumbung pangan nasional di wilayah Pantura Jawa," ujar Erma Yulihastin, periset dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN.

Logikanya sederhana. El Nino membuat awan dan hujan asyik berkumpul di Samudra Pasifik. Indonesia pun gigit jari. Langit jadi pelit menurunkan air. Lalu IOD Positif ikut mendinginkan suhu laut di dekat Sumatra dan Jawa. Hasilnya? Uap air enggan naik ke langit. Hujan pun makin langka.

Menurut model prediksi BRIN, fenomena ini akan bertahan hingga Oktober 2026. Tapi uniknya, Indonesia itu luas. Saat Jawa sampai Nusa Tenggara Timur (NTT) megap-megap kekurangan air, wilayah Sulawesi, Maluku, hingga Halmahera justru diprediksi tetap basah. Bahkan bisa kelebihan air.

Peta Mitigasi yang Mendesak

Ada empat titik krusial yang harus segera dipetakan oleh pemerintah:

Lumbung Padi: Pantura Jawa sedang dipertaruhkan. Jika kekeringan menghajar selatan Indonesia, stok pangan nasional taruhannya.

Karhutla: Sumatra dan Kalimantan harus bersiaga. Meski bagian utara masih ada hujan, potensi kebakaran hutan tetap mengintai.

Banjir dan Longsor: Wilayah timur (Sulawesi dan Maluku) tidak boleh lengah. Di sana, tantangannya justru curah hujan yang kelewat tinggi.

Peluang Garam: Ini sisi positifnya. Kemarau panjang di selatan adalah berkah bagi petani garam. Target swasembada garam 2026-2027 bisa jadi kenyataan di sini.

"Pemerintah sebaiknya menyiapkan strategi untuk menangani kelebihan curah hujan di wilayah Sulawesi, Halmahera, Maluku atau dampaknya terhadap banjir dan longsor," tambah Erma.

Memang begitulah alam. Ia memberi ujian di satu sisi, tapi menyisipkan peluang di sisi lain. Sekarang tinggal bagaimana manajemen air dan kesiagaan bencana kita bekerja. Godzilla sudah di depan pintu.

Anggaran Rp55,4 T vs Gaji Rp250 Ribu, Potret Pilu Pendidikan di Reje Payung Aceh

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini