IMF Tak Lagi Cemas, Investor Mulai 'Ngeces'
Sulawesitoday - Keraguan itu akhirnya luluh juga. Di jantung Amerika, skeptisisme para raksasa keuangan dunia terhadap APBN rezim baru Indonesia ternyata bisa dijinakkan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak datang membawa janji kosong, ia membawa kalkulasi.
Hasilnya? Goldman Sachs hingga Fidelity yang biasanya "rewel" soal defisit, kini mulai manggut-manggut.
"Mereka suka sekali dengan penjelasan kita. Kita akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat tanpa mengorbankan kebijakan fiskal," ujar Purbaya dengan nada optimis usai maraton pertemuan di Washington, Rabu (15/4).
Awalnya, suasana tidak semanis itu. Investor global sempat memasang wajah sangsi. Mereka bertanya-tanya: bagaimana mungkin Indonesia mengejar pertumbuhan tinggi tapi kantong negara tetap aman? Purbaya rupanya punya resepnya. Ia membedah arah kebijakan fiskal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto secara detail. Begitu komprehensif, sampai-sampai para pengelola dana itu merasa "aman" untuk kembali menaruh uangnya di tanah air.
Purbaya yakin, tidak lama lagi arus modal asing bakal menyerbu pasar modal kita. Baik lewat surat utang maupun saham. "Harusnya sih, enggak lama lagi akan masuk ke Indonesia dan akan mendorong pasar modal Indonesia ke level yang lebih tinggi lagi," tambahnya.
Kristalina yang Sumringah
Bukan hanya investor yang terpikat. Di markas IMF, Kristalina Georgieva juga memberikan sinyal hijau. Padahal, bos IMF itu sedang pusing tujuh keliling melihat ketidakpastian global yang masih tinggi. Kristalina agaknya heran, kok bisa Indonesia tetap tegak di tengah badai kenaikan harga minyak dunia.
Purbaya menjelaskan rahasianya: penyesuaian kebijakan sejak tahun lalu. Indonesia tidak menunggu bola, tapi melakukan pre-emptive strike terhadap gejolak eksternal.
"Dia kelihatannya senang dengan keadaan seperti itu," kata Purbaya.
Bahkan, IMF berjanji akan memberikan testimoni positif kepada dunia tentang negara-negara mana saja yang punya performa moncer. Dan Indonesia, masuk dalam daftar elit itu.
Ragu yang Hilang
Bank Dunia pun setali tiga uang. Mereka tidak hanya memuji, tapi langsung mengajak bicara soal kerja sama konkret yang saling menguntungkan. Strategi makroekonomi kita dianggap masuk akal, bukan sekadar angan-angan politik.
Dahulu, ada awan mendung bernama keraguan. Apakah APBN kita kuat? Apakah fiskal kita bakal jebol? Di Washington, Purbaya seolah membawa sapu lidi untuk membersihkan awan itu.
"Jadi keraguan tentang apakah kita bisa menjalankan kebijakan fiskal yang baik sepertinya sudah hilang," tegasnya.
Artikel Terkait
Banjir Oli Hitam Pekat di Cemani Sukoharjo, Limbah Meluap dari Penampungan Bawah Tanah
Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto, Baru Dilantik Kini Ditahan Kejagung Kasus Suap Nikel
MK Cium Aroma Penyelundupan Pasal Zombi: Sudah Dibatalkan, Kok Ada Lagi di KUHP Baru
Siswi Parepare Hilang 3 Bulan Ditemukan Hamil di Bantaeng, Pacar Buruh Harian Ditangkap
Nekat! Bobol Brankas Toko Demi Judol, Uang Puluhan Juta Milik Minimarket Ludes Seketika