Sulawesitoday - Menjelang pengundian nomor pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sulawesi Tengah, kesiapan pengamanan semakin diperkuat. Pengundian yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 23 September 2024, di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU Sulawesi Tengah) ini menjadi titik fokus bagi Polda Sulteng.
Rapat kesiapan pengamanan di Ruang Rapat Utama, yang berlangsung pada Jumat, 20 September 2024, dipimpin oleh Kepala Operasi Mantap Praja Tinombala 2024, Kombes Pol. Yohanes Afri Budi Slamet Riyadi. Ia didampingi Wakaops Kombes Pol. M. Yudie Sulistiyo dan Kaset Ops AKBP Rahmad Lubis. Kombes Yohanes menekankan pentingnya koordinasi dan pengawasan untuk memastikan keamanan selama proses pengundian.
"Pengundian nomor urut paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng akan dilaksanakan sesuai jadwal," ungkap Wakasatgas Humas OMP Tinombala, AKBP Sugeng Lestari, menegaskan komitmen untuk menjaga kelancaran acara.
Dalam rapat tersebut, ia menambahkan bahwa semua langkah pengamanan telah direncanakan dengan matang.
Untuk pengundian ini, Polda Sulteng akan menurunkan sebanyak 415 personel. Penempatan personel ini dimaksudkan untuk menjaga ketertiban dan keamanan, terutama mengingat potensi euforia dari massa pendukung.
"Kami berharap tidak ada konvoi kendaraan atau kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan di sekitar KPU," harap AKBP Sugeng.
Rapat ini juga menekankan pentingnya keamanan dan ketertiban dalam proses demokrasi. Selain pengundian, nantinya juga akan dilaksanakan deklarasi Pilkada Damai 2024. Kegiatan ini diharapkan menjadi momen yang menegaskan komitmen semua pihak untuk menjaga suasana kondusif menjelang pemilihan.
Kesadaran akan pentingnya keamanan di tengah dinamika politik ini sangat diperlukan. AKBP Sugeng menekankan bahwa setiap langkah telah dipersiapkan untuk mencegah potensi kerumunan yang tidak diinginkan.
"Kami ingin memastikan bahwa pengundian nomor urut pasangan calon berjalan aman, lancar, dan tertib," tutupnya.
Dengan persiapan yang solid ini, diharapkan pengundian nomor pasangan calon pada Pilkada 2024 dapat menjadi contoh positif dalam berdemokrasi di Sulawesi Tengah. Kesiapan pengamanan ini tidak hanya mencerminkan tanggung jawab Polda Sulteng, tetapi juga harapan akan pemilu yang damai dan teratur.
Artikel Terkait
Kasus Pelecehan Seksual di Konawe, Ayah Tega Lakukan Tindakan Tidak Terpuji ke Anak Gadisnya