• Selasa, 21 Juli 2026

Dilantik Jadi Ketua DPRD Parigi Moutong, Alfred Tonggiroh Dihadapkan pada Tugas Berat

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Kamis, 3 Oktober 2024 | 14:19 WIB
Alfred Tonggiroh dilantik sebagai Ketua DPRD Parigi Moutong, namun dihadapkan pada kekosongan pimpinan yang harus segera diisi. (Arif Budiman Al Moskowi#DPRD #ParigiMoutong #TantanganPimpinan #Politik (Nur Rafiqa)
Alfred Tonggiroh dilantik sebagai Ketua DPRD Parigi Moutong, namun dihadapkan pada kekosongan pimpinan yang harus segera diisi. (Arif Budiman Al Moskowi#DPRD #ParigiMoutong #TantanganPimpinan #Politik (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Alfred M. Tonggiroh kini resmi memimpin DPRD Parigi Moutong setelah dilantik bersama Sayutin Budianto sebagai wakil ketua definitif pada Kamis, 3 Oktober 2024. Prosesi pelantikan yang berlangsung di ruang paripurna DPRD Parigi Moutong itu dipimpin oleh Zainal Ahmad, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kelas II Parigi.

Pelantikan ini menandai awal tanggung jawab besar bagi Alfred, yang kini harus segera bergerak untuk menata langkah-langkah kedewanan demi kelancaran kerja DPRD.

Baca Juga: Anggota DPRD Parimo Resmi Dilantik, Ini Harapan Tokoh Masyarakat Kaili

Tantangan terberat yang dihadapi Alfred tidak hanya terkait beban pekerjaan yang menunggu, tetapi juga adanya kekosongan posisi pimpinan. Sejauh ini, satu unsur pimpinan, yaitu Wakil Ketua II, belum dilantik. Alfred menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu surat rekomendasi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Golkar untuk menetapkan nama yang akan mengisi posisi tersebut.

"Pelantikan sudah bisa dilakukan meski baru satu atau dua orang pimpinan yang telah ditetapkan," ujar Alfred kepada sejumlah wartawan usai pelantikan.

Namun, meski pelantikan belum sepenuhnya selesai, Alfred memastikan bahwa hal ini tidak akan mengganggu jalannya kerja-kerja DPRD. Ia menekankan pentingnya segera membentuk alat kelengkapan DPRD, yang merupakan tanggung jawab pimpinan definitif.

Keterlambatan dalam pelantikan pimpinan ini menjadi perhatian, terutama terkait mekanisme yang melibatkan proses pengiriman surat dari DPP Golkar ke Bupati Parigi Moutong dan Gubernur Sulawesi Tengah.

"Kami hanya perlu menunggu surat keputusan dari pihak-pihak terkait sebelum menjadwalkan kembali pelantikan Wakil Ketua II," tambah Alfred.

Dalam situasi ini, Alfred menekankan bahwa meskipun ada kekosongan dalam struktur pimpinan, DPRD tetap berkomitmen menjalankan tugas-tugas kedewanan seefektif mungkin. Tentu, tantangan administratif yang dihadapi Alfred dan timnya bisa mempengaruhi kelancaran pelaksanaan tugas, namun ia yakin bahwa dengan sinergi antar-lembaga dan dukungan dari partai, semua hambatan akan bisa diatasi.

Sebagai pimpinan baru, Alfred juga dihadapkan pada ekspektasi publik yang tinggi. Warga Kabupaten Parigi Moutong tentu berharap kepemimpinan yang kuat dan transparan di DPRD, terlebih di tengah tuntutan politik dan birokrasi yang semakin dinamis. Tantangan utama bagi Alfred kini adalah menjaga keseimbangan antara kepentingan politik, aspirasi masyarakat, dan efisiensi birokrasi dalam menjalankan peran legislatif.

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini