Sulawesitoday - Erupsi Gunung Lewotobi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat ratusan wisatawan terjebak di sejumlah lokasi wisata, terutama di Labuan Bajo yang kini dikelilingi abu vulkanik tebal. Kondisi ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Dalam pernyataannya, Puan mendesak pemerintah untuk segera melakukan evakuasi demi keselamatan wisatawan, baik lokal maupun asing. "Pemerintah perlu bekerja sama dengan pihak-pihak terkait membantu wisatawan yang hendak keluar dari wilayah terdampak," katanya.
Baca Juga: Perkuat Citra Positif, Humas Kemenkumham Sulteng Kunjungi Lapas Ampana di Tengah Transisi
Sejak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki ini, akses transportasi ke dan dari Labuan Bajo mengalami gangguan besar. Bandara Komodo, sebagai gerbang utama wisatawan, ditutup akibat sebaran abu, mengakibatkan ribuan wisatawan tidak bisa keluar dari wilayah ini.
Tidak hanya itu, abu vulkanik dari Gunung Lewotobi juga berdampak pada Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali. Hingga Jumat (15/11/2024), sekitar 90 penerbangan telah dibatalkan, dan jalur transportasi laut menjadi satu-satunya opsi untuk evakuasi.
Dalam kondisi yang cukup mendesak ini, pemerintah diharapkan dapat memprioritaskan keselamatan wisatawan yang masih terjebak di wilayah terdampak.
"Siapkan kapal-kapal untuk mengangkut para wisatawan," lanjut Puan. Hal ini dipandang penting, karena para wisatawan mulai khawatir dengan meningkatnya jangkauan abu vulkanik dan dampaknya terhadap kesehatan mereka.
Baca Juga: Berburu Barang dan Bawa Pulang Jutaan, Game Show Baru yang Akan Membuat Anda Terkesima Setiap Malam
Sebanyak 3.292 orang, mayoritas wisatawan, telah dievakuasi dari Labuan Bajo menggunakan kapal laut. Namun, laporan menyebutkan bahwa jumlah wisatawan yang memerlukan bantuan evakuasi masih banyak. Selain itu, masyarakat setempat yang terdampak turut memerlukan dukungan segera, baik dari sisi logistik maupun kesehatan.
Di sisi lain, erupsi ini memberikan pukulan berat bagi sektor pariwisata di NTT yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Puan mengingatkan agar pemerintah tidak hanya berfokus pada evakuasi wisatawan, tetapi juga memperhatikan langkah pemulihan ekonomi.
Baca Juga: Ahmad Ali Jadi Magnet Dukungan di Parigi Moutong, Ternyata Ini Alasan Warga Beralih dari Paslon Lain
"Sektor pariwisata berperan besar untuk perekonomian masyarakat kita, termasuk UMKM di dalamnya," ungkapnya, seraya menekankan pentingnya solusi jangka panjang untuk menjaga stabilitas ekonomi setempat.
Bencana ini sekali lagi mengingatkan akan pentingnya kesiapan infrastruktur dan komunikasi dalam menghadapi keadaan darurat. Mengingat dampak ekonomi yang ditimbulkan, pemerintah diminta untuk segera menyusun langkah-langkah mitigasi jangka panjang, khususnya yang terkait dengan sektor pariwisata. Perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan darurat menjadi beberapa hal yang perlu diprioritaskan.
Artikel Terkait
Masyarakat Diminta Berperan, Lapas Ampana Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Transparansi
Ahmad Ali Jadi Magnet Dukungan di Parigi Moutong, Ternyata Ini Alasan Warga Beralih dari Paslon Lain
Berburu Barang dan Bawa Pulang Jutaan, Game Show Baru yang Akan Membuat Anda Terkesima Setiap Malam
Harga Durian Murah Memukul Petani, Dugaan Skema Bisnis Licik di Parigi Moutong Melibatkan Pejabat Terungkap!
Perkuat Citra Positif, Humas Kemenkumham Sulteng Kunjungi Lapas Ampana di Tengah Transisi