• Senin, 20 Juli 2026

15 Kasus Kebakaran di Mamuju Tengah 2024: Kerugian Capai Rp470 Juta, Korsleting Listrik Jadi Pemicu Utama

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Rabu, 1 Januari 2025 | 10:04 WIB
Kebakaran di Mamuju Tengah 2024 capai 15 kasus, pemicu utama korsleting listrik. Kerugian Rp470 juta. Edukasi pencegahan terus digencarkan.
Kebakaran di Mamuju Tengah 2024 capai 15 kasus, pemicu utama korsleting listrik. Kerugian Rp470 juta. Edukasi pencegahan terus digencarkan.

Sulawesitoday - Jumlah kasus kebakaran di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, sepanjang tahun 2024 tercatat mencapai 15 insiden. Data ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Ketentraman Umum Damkar Mateng, H. Baso, dalam keterangannya pada awal tahun ini.

Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material yang cukup signifikan, mencapai Rp470 juta. "Sebagian besar insiden ini dipicu oleh korsleting listrik," ungkap Baso, menyoroti faktor dominan penyebab kebakaran. Selain itu, kebakaran juga terjadi akibat puntung rokok, pembakaran sampah, kebocoran gas, dan penyebab lainnya.

Rincian Kasus dan Kerugian

Dari total 15 insiden, kebakaran rumah dan ruko menjadi yang terbanyak, dengan enam kasus. Kebakaran hutan dan lahan mengikuti dengan empat kasus, sementara lima insiden lainnya melibatkan mobil, kompor, dan tiang listrik.

Berikut adalah beberapa kasus paling menonjol:

  1. Kebakaran Mobil Fuso Kebakaran yang disebabkan korsleting listrik ini mengakibatkan kerugian hingga Rp150 juta.

  2. Lahan Sawit di Karossa Api yang berasal dari pembakaran lahan menyebabkan kerugian material sebesar Rp100 juta.

  3. Ruko Milik Warga Topoyo Insiden ini disebabkan oleh korsleting listrik dan mencatatkan kerugian Rp10 juta.

  4. Kebakaran di Sekolah Ruang kelas SMAN 1 Tobadak dilalap api akibat pembakaran sampah, dengan kerugian mencapai Rp3 juta.

Meski material yang hilang cukup besar, Baso menyampaikan syukur karena tidak ada korban jiwa, luka berat, maupun luka ringan dalam seluruh insiden tersebut.

Baca Juga: Uang Palsu Beredar di Mamuju Tengah Sulbar: Pedagang Merugi, Sindikat Diburu

Pentingnya Edukasi dan Pencegahan

Korsleting listrik sebagai penyebab utama menunjukkan perlunya edukasi lebih lanjut kepada masyarakat tentang pengelolaan kelistrikan di rumah tangga. Penggunaan peralatan listrik yang sesuai standar dan pemeriksaan rutin jaringan listrik bisa menjadi langkah awal pencegahan.

Di sisi lain, perilaku membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan pembakaran sampah secara tidak terkendali juga harus menjadi perhatian. "Masyarakat perlu memahami bahwa kebakaran kecil bisa berujung pada bencana besar," imbuh Baso.

Langkah yang Diambil

Damkar Mamuju Tengah terus berupaya meningkatkan respons cepat terhadap kejadian kebakaran. Edukasi melalui sosialisasi di tingkat desa dan kelurahan menjadi prioritas. Selain itu, pengadaan alat pemadam kebakaran sederhana di tingkat rumah tangga juga disarankan.

Dengan kesadaran kolektif, diharapkan jumlah kasus kebakaran di masa depan dapat ditekan. Masyarakat juga didorong untuk segera melaporkan insiden kepada pihak berwenang agar penanganan lebih cepat dilakukan.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini