Sulawesitoday - Jumlah kasus kebakaran di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, sepanjang tahun 2024 tercatat mencapai 15 insiden. Data ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Ketentraman Umum Damkar Mateng, H. Baso, dalam keterangannya pada awal tahun ini.
Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material yang cukup signifikan, mencapai Rp470 juta. "Sebagian besar insiden ini dipicu oleh korsleting listrik," ungkap Baso, menyoroti faktor dominan penyebab kebakaran. Selain itu, kebakaran juga terjadi akibat puntung rokok, pembakaran sampah, kebocoran gas, dan penyebab lainnya.
Rincian Kasus dan Kerugian
Dari total 15 insiden, kebakaran rumah dan ruko menjadi yang terbanyak, dengan enam kasus. Kebakaran hutan dan lahan mengikuti dengan empat kasus, sementara lima insiden lainnya melibatkan mobil, kompor, dan tiang listrik.
Berikut adalah beberapa kasus paling menonjol:
-
Kebakaran Mobil Fuso Kebakaran yang disebabkan korsleting listrik ini mengakibatkan kerugian hingga Rp150 juta.
-
Lahan Sawit di Karossa Api yang berasal dari pembakaran lahan menyebabkan kerugian material sebesar Rp100 juta.
-
Ruko Milik Warga Topoyo Insiden ini disebabkan oleh korsleting listrik dan mencatatkan kerugian Rp10 juta.
-
Kebakaran di Sekolah Ruang kelas SMAN 1 Tobadak dilalap api akibat pembakaran sampah, dengan kerugian mencapai Rp3 juta.
Meski material yang hilang cukup besar, Baso menyampaikan syukur karena tidak ada korban jiwa, luka berat, maupun luka ringan dalam seluruh insiden tersebut.
Baca Juga: Uang Palsu Beredar di Mamuju Tengah Sulbar: Pedagang Merugi, Sindikat Diburu
Pentingnya Edukasi dan Pencegahan
Korsleting listrik sebagai penyebab utama menunjukkan perlunya edukasi lebih lanjut kepada masyarakat tentang pengelolaan kelistrikan di rumah tangga. Penggunaan peralatan listrik yang sesuai standar dan pemeriksaan rutin jaringan listrik bisa menjadi langkah awal pencegahan.
Di sisi lain, perilaku membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan pembakaran sampah secara tidak terkendali juga harus menjadi perhatian. "Masyarakat perlu memahami bahwa kebakaran kecil bisa berujung pada bencana besar," imbuh Baso.
Langkah yang Diambil
Damkar Mamuju Tengah terus berupaya meningkatkan respons cepat terhadap kejadian kebakaran. Edukasi melalui sosialisasi di tingkat desa dan kelurahan menjadi prioritas. Selain itu, pengadaan alat pemadam kebakaran sederhana di tingkat rumah tangga juga disarankan.
Dengan kesadaran kolektif, diharapkan jumlah kasus kebakaran di masa depan dapat ditekan. Masyarakat juga didorong untuk segera melaporkan insiden kepada pihak berwenang agar penanganan lebih cepat dilakukan.
Artikel Terkait
Polisi Banggai Selamatkan 243 Ribu Nyawa dari Bahaya Narkoba di Tahun 2024
Dramatis, Kapal Pesiar Ocean Pure Terbakar di Raja Ampat, Semua Penumpang Selamat
Perang Melawan Narkoba, Polda Sulteng Amankan 64.383 Gram Sabu dan 811 Tersangka
Tragis, Lansia Meninggal Saat Ditandu 21 Km Akibat Jalan Rusak di Mamuju
Saling Serang Petasan di Malam Tahun Baru: Remaja Makassar Jadi Sorotan