Sulawesitoday - Angin puting beliung tiba-tiba melanda Kabupaten Luwu, Sulsel. Kerusakan besar terjadi pada 50 rumah di dua kecamatan.
Peristiwa ini terjadi pada hari Jumat pukul 12.56 WITA. Hujan deras dan angin kencang datang tanpa peringatan.
Kejadian berlangsung di Desa Dadeko dan Kelurahan Bonepute, Kecamatan Larompong Selatan. Di sisi lain, Desa Bululondong di Kecamatan Lamasi Timur turut terdampak.
Di Larompong Selatan, 40 rumah mengalami kerusakan, termasuk 3 yang rusak berat. Sementara itu, Lamasi Timur melaporkan 10 rumah mengalami kerusakan akibat puting beliung.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Luwu, Karyadi, menyampaikan data tersebut kepada masyarakat. Informasi ini membuat warga semakin waspada terhadap cuaca ekstrem.
Di Desa Dadeko, dua keluarga besar harus mengungsi karena rumah mereka rusak berat. Begitu pula di Kelurahan Bonepute, satu keluarga terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya.
Walaupun kerusakan cukup merusak, Karyadi menegaskan tidak ada korban jiwa. Satu orang saja mengalami luka ringan akibat tertimpa pohon yang roboh.
Kerugian materiil dari bencana ini diperkirakan mencapai Rp500 juta. Angka ini menggambarkan betapa dahsyatnya serangan angin puting beliung tersebut.
Fenomena cuaca ekstrem seperti ini menimbulkan pertanyaan, "Apakah kita sudah cukup siap menghadapi bencana alam?" Saya merasa setiap peristiwa mengajarkan pentingnya kewaspadaan.
Kejadian ini mengingatkan kita untuk meningkatkan sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat. Semua pihak harus berperan dalam meminimalkan dampak bencana.
Semangat gotong royong warga terlihat jelas dalam proses evakuasi. Kerjasama antarwarga mempercepat upaya penanganan awal bencana.
Baca Juga: Aksi Solo di Makassar: Demo Gas LPG 3 Kg oleh Mahasiswi Tuntut Perubahan Kebijakan
Pemerintah daerah bersama BPBD bekerja keras memberikan bantuan darurat. Sosialisasi dan pemeriksaan rumah rawan menjadi langkah preventif yang dijalankan.
Peristiwa ini seakan menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih berhati-hati. Tidak ada yang kebal terhadap kekuatan alam yang bisa datang kapan saja.
Artikel Terkait
Ombak Protes di Desa Pondan Bermunculan Terhadap Rencana Tambang di Banggai
Kasus Anak Balita Hilang di Banggai Laut: Polisi Galang Bukti dan Tegaskan Pentingnya Informasi Akurat
Lansia Coba Bundir di Mamuju, Sempat Minum Sunlight Sebelum Polisi Selamatkan Nyawa
Korupsi Proyek Jalan Gorontalo: Tiga Pejabat Ditahan 20 Hari
Aksi Solo di Makassar: Demo Gas LPG 3 Kg oleh Mahasiswi Tuntut Perubahan Kebijakan