Sulawesitoday - Keselamatan kerja bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan nyata yang harus diutamakan. Minggu, 9 Februari 2025 menjadi saksi bisu insiden yang menggugah kesadaran di lingkungan industri.
Karyawan PT IMIP mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan kehilangan tiga jari. Kejadian ini memaksa kita bertanya, sejauh mana prosedur keselamatan telah diterapkan?
Bardi, seorang karyawan asal Bombana, Sulawesi Tenggara, tengah menjalankan tugas pembuangan limbah cungpo. Dia menghadapi situasi kritis karena peralatan yang tidak terawat dengan baik.
Pengait cungpo yang sudah usang menjadi penyebab utama insiden ini. Karyawan terpaksa menggunakan besi alternatif agar proses kerja tetap berjalan.
Saat Bardi mencoba menggantikan pengait yang rusak, besi cadangan yang digunakan tiba-tiba patah. Akibatnya, tiga jari—telunjuk tangan kiri, telunjuk tangan kanan, dan jari kanan—terjepit secara fatal.
Insiden kecelakaan kerja ini memicu sorotan luas mengenai standar perawatan alat di kawasan industri. Mengapa peralatan penting tidak segera diganti meski sudah lama menunjukkan tanda-tanda kerusakan?
Hingga saat ini, manajemen PT IMIP belum memberikan respons resmi terkait insiden yang terjadi. Ketiadaan tanggapan tersebut menimbulkan keresahan di antara karyawan.
Kecelakaan ini mencerminkan lemahnya pengawasan internal yang seharusnya mencegah hal semacam ini. Apakah kepentingan produksi lebih diutamakan daripada keselamatan karyawan?
Insiden serupa sebelumnya pernah terjadi di lokasi lain, menandakan pola yang berulang dalam penanganan alat rusak. Hal ini semakin menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap budaya keselamatan kerja.
Bagi banyak pihak, kecelakaan ini adalah cermin dari sistem yang harus diperbaiki secara mendasar. Setiap karyawan PT IMIP berhak atas lingkungan kerja yang aman dan terjamin.
Baca Juga: Transformasi Layanan Hukum Ciptakan Momentum Baru di Sulawesi Tengah
Kita pun harus merenung, bagaimana bisa kecelakaan seperti ini terus terjadi? Perbaikan prosedur dan penggantian peralatan usang menjadi keharusan mutlak.
Insiden tragis ini seharusnya menjadi pemicu untuk perubahan besar. Keselamatan kerja adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh diabaikan.
Meski luka fisik nyata diderita Bardi, dampak psikologis dan semangat kerja karyawan pun turut tersentuh. Kini, tanggung jawab manajemen semakin besar untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Artikel Terkait
Pencuri Jerigen Solar di Konawe Selatan Terekam CCTV, Modusnya Cerdik
Aduan Penipuan Tidak Dilayani, Korban Buru Petunjuk Handphone di Kendari
Sindikat Pencurian di Tomohon Terungkap: Jaringan Operasi di 10 Lokasi
Angin Kencang di Bitung: Rumah Semi Permanen Hancur Akibat Pohon Kelapa Tumbang
Transformasi Layanan Hukum Ciptakan Momentum Baru di Sulawesi Tengah