Pemilik warung yang rumahnya hancur, Ibu Salmah (48), masih terlihat syok. "Semua terjadi begitu cepat," ujarnya dengan suara bergetar. "Saya sempat mendengar suara gemuruh, lalu... semuanya gelap."
Untungnya, keluarga Ibu Salmah berhasil menyelamatkan diri tepat waktu. Mereka kini mengungsi di rumah kerabat sambil menunggu bantuan dari pemerintah daerah.
-
Apa Langkah Selanjutnya?
Pembukaan akses bukan berarti pekerjaan selesai. Alat berat masih parkir di beberapa titik rawan. Pembersihan material longsor yang lebih dalam masih berlanjut. Tim teknis dari Dinas PUPR Tojo Una-Una dijadwalkan melakukan assesment struktural terhadap kondisi jalan dan lereng di sekitar lokasi.
"Kami mengimbau pengendara tetap waspada," tegas Kapolsek Tojo dalam rilisnya. "Kecepatan harus dikurangi saat melintasi area ini."
Imbauan ini bukan tanpa alasan. Kondisi tanah di sekitar lokasi longsor masih labil. Potensi longsor susulan tetap ada, terutama jika curah hujan tinggi kembali mengguyur wilayah ini. Tim gabungan akan terus memantau situasi 24 jam ke depan.
Selain itu, pihak kepolisian juga memasang rambu peringatan sementara di beberapa titik. Pengendara diminta tidak berhenti atau parkir di area rawan longsor. Kecepatan maksimal ditetapkan 40 km/jam untuk kendaraan roda empat.
Warga sekitar yang rumahnya terancam juga telah diimbau untuk bersiaga. Jalur evakuasi darurat telah disiapkan jika situasi memburuk. Posko siaga didirikan di Kantor Kecamatan Tojo untuk mengkoordinasikan bantuan jika diperlukan.
Baca Juga: Setelah 9 Hari, Basarnas Tutup Operasi Evakuasi Mushala Ambruk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo