Ia tetap bertekad menyalurkan bantuan bagi warga lainnya yang membutuhkan. Padahal, luka kehilangan orang tua masih sangat basah dan perih.
"Kenapa masih memikirkan orang lain di saat ia berduka?" tanya Ilham. Logika kemanusiaan sang relawan melampaui batas egoisme rasa sakit.
Fenomena ini memicu gelombang apresiasi luas dari publik jagat maya. Netizen menyebutnya sebagai cermin kekuatan jiwa di tengah nestapa.
Resiliensi ini membuktikan bahwa bencana tidak selalu melahirkan keputusasaan. Terkadang, ia memunculkan pahlawan-pahlawan sunyi dari balik debu reruntuhan.
Baca Juga: Fenomena Sinkhole di Situjuah Batua Picu Anomali Air Biru