Sulawesitoday - Jangan Kasih Kode Itu!
Dunia sudah berubah. Dulu, pencuri masuk lewat jendela. Sekarang, mereka masuk lewat kantong celana kita: lewat ponsel.
Peretasan kian masif. Tidak pilih kasih. Bisa menimpa siapa saja. Termasuk Anda. Modusnya makin canggih, tapi tujuannya tetap lagu lama: uang. Pelaku mengirim malware, memasang aplikasi pihak ketiga, sampai menyadap jarak jauh.
Target utamanya? WhatsApp.
Kenapa WhatsApp? Karena di sanalah seluruh hidup kita berada. Rahasia bisnis, obrolan keluarga, sampai nomor rekening.
Bagaimana cara tahu kalau kita sedang "diintip" orang lain? Ada enam tanda yang harus Anda waspadai.
Pertama: OTP Nyelonong.
Tiba-tiba ada SMS masuk. Isinya kode One Time Password. Padahal Anda sedang tidak melakukan apa-apa. Sedang asyik minum kopi. Hati-hati. Itu artinya ada orang lain yang sedang mencoba membobol pintu rumah digital Anda.
Kuncinya satu: Jangan pernah kasih kode itu ke siapapun. Meski yang minta mengaku malaikat sekalipun.
Kedua: Akun "Mental" Sendiri.
Lagi asyik membalas pesan, tiba-tiba akun Anda log out. Keluar sendiri. Itu tanda bahaya tingkat tinggi. Berarti ada perangkat lain yang berhasil masuk.
Segera cek pengaturan. Lihat opsi WhatsApp Web. Kalau ada daftar perangkat yang tidak Anda kenal, jangan ragu: Hapus! Tendang keluar saat itu juga.
Ketiga: Pesan Terbaca Misterius.
Ini yang sering bikin bingung. Ada pesan masuk, belum sempat kita sentuh, tandanya sudah biru. Sudah terbaca. Siapa yang baca? Kalau bukan Anda, berarti ada "penumpang gelap" di akun Anda.