Membuka Lembaran Baru
Bagi Erwin, peran keluarga dan organisasi pemuda adalah kunci. Mereka adalah radar pertama untuk memastikan anak muda tetap berada di jalur yang benar.
Acara pun mencapai puncaknya. Tidak ada gunting pita yang kaku. Yang ada adalah kehangatan ucapan maaf.
“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucap Bupati.
Lalu, kalimat yang ditunggu-tunggu itu meluncur: “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Hari Raya Ketupat secara resmi saya nyatakan dibuka.”
Riuh rendah tepuk tangan pecah. Ketupat dibelah, opor dituangkan. Di Bantaya, perdamaian itu tidak hanya diukir di tugu, tapi dirasakan di lidah dan di hati.
Jurus Gubernur Anwar Soal Tambang Emas di Parigi Moutong: Legalkan Dulu, Atur Kemudian