berita

Siswi Parepare Hilang 3 Bulan Ditemukan Hamil di Bantaeng, Pacar Buruh Harian Ditangkap

Kamis, 16 April 2026 | 16:57 WIB
Pelarian siswi 15 tahun asal Parepare berakhir di Bantaeng. Ditemukan hamil 2 bulan setelah dibawa kabur pacar selama 3 bulan. Pelaku AF kini ditangkap.

Tiga Bulan, Dua Nyawa, dan Satu Borgol

Sulawesitoday - Pamitnya ke sekolah. Seragamnya masih rapi. Tas punggungnya mungkin masih penuh buku. Itu Januari lalu. Tapi, siswi 15 tahun berinisial AA itu tidak pernah sampai ke kelasnya di Bacukiki Barat. Dia justru menempuh perjalanan jauh ke selatan, ke Bantaeng. Bukan untuk belajar, tapi untuk bersembunyi. Bersama kekasihnya, AF, yang baru berumur 17 tahun.

Rabu dini hari kemarin, petualangan itu tamat. Pukul 03.30 Wita. Saat warga Pajukukang masih terlelap, polisi datang mengetuk pintu sebuah rumah. Di dalam kamar sempit, pelarian tiga bulan itu berakhir getir. AA ditemukan. Tidak lagi sekadar siswi yang hilang, tapi kini sebagai calon ibu. Ada janin dua bulan di rahimnya.

"Kami amankan pelaku di tempat persembunyiannya," ujar Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Muh Agus Purwanto. Kalimatnya pendek, khas polisi, tapi isinya meruntuhkan harapan orang tua korban yang mencari sejak awal tahun.

Kasus ini bermula dari laporan kehilangan pada 12 Januari. Saat itu, HP korban mati total. Gelap. Sang ibu, Yusnaeni, hanya bisa menduga-duga. Kecurigaannya jatuh pada sosok AF, buruh harian lepas yang sudah tiga tahun memacari anaknya. Benar saja, saat AA menghilang, AF pun lenyap dari rumah ortunya.

Mengapa harus lari? Jawabannya klasik tapi tragis: Takut.

AF rupanya tahu betul konsekuensi perbuatannya. Hubungan layaknya suami istri yang mereka lakukan berkali-kali membuahkan hasil. Saat tahu AA hamil, nyali AF menciut. Dia membawa kabur kekasihnya, melintasi batas kabupaten, berharap jejaknya hilang ditelan rimbunnya kebun di Bantaeng.

"Pelaku mengakui perbuatannya. Dia menyebut sering melakukan hubungan badan hingga korban hamil," tambah Agus Purwanto. Kini, AF tidak lagi bekerja sebagai buruh harian. Dia punya pekerjaan baru di sel tahanan: menghadapi proses hukum. Statusnya pun naik, dari sekadar pacar yang membawa lari, menjadi DPO yang tertangkap.

Kadang, cinta monyet memang tidak punya logika. Tapi di mata hukum, membawa lari anak di bawah umur tetaplah kriminal. Apalagi jika dibumbui dengan kehamilan di luar nikah.

Kini AA sudah dibawa pulang ke Parepare. Tapi dia tidak akan kembali ke sekolah dengan cara yang sama. Masa depannya berubah total gara-gara pelarian tiga bulan itu. Pelajaran berharga bagi para orang tua di Sulawesi Selatan: sekolah bisa jadi tempat berpamitan, tapi jalanan adalah tempat yang tak terduga bagi remaja yang sedang dimabuk kepayang.

Sangat disayangkan, masa depan yang harusnya cerah, mendadak mendung di Bantaeng. Polisi sudah bekerja, tugas hukum berjalan, tapi urusan sosial dan mental sang bocah tentu baru saja dimulai. Sangat berat.

MK Cium Aroma Penyelundupan Pasal Zombi: Sudah Dibatalkan, Kok Ada Lagi di KUHP Baru

Tags

Terkini