View this post on Instagram
Sulawesitoday - Kepala Desa Rea Zaifullah nekat mengalihkan jatah Bantuan Pangan Nasional milik keluarga miskin kepada warga yang suaminya bekerja tetap di perusahaan besar.
“Nama saya ada dalam daftar penerima, tapi bantuan tidak pernah saya terima,” kata Nurlina saat mendatangi Kantor Desa Rea, Selasa dua Juni dua ribu dua puluh enam.
Perempuan itu datang bersama suaminya Saharuddin untuk memprotes hilangnya hak mereka sebanyak dua kali berturut-turut.
Saharuddin sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh bangunan serabutan dengan penghasilan tidak menentu.
Keluarga kecil ini tercatat resmi dalam data kemiskinan ekstrem desil tiga negara.
Kedatangan pasangan ini sempat memicu adu mulut sengit di kantor desa.
Istri kepala desa bahkan ikut campur dalam ketegangan urusan dinas itu.
Padahal perempuan itu bukan bagian dari jajaran perangkat desa.
Nurlina geram karena melihat banyak warga yang hidup berkecukupan justru tetap menerima karung beras cuma-cuma.
Baca Juga: Bukan Bangun Baru, Badan Gizi Sulap Kantin Sekolah 3T Jadi Dapur Makan Gratis
Ia menyaksikan rumah mentereng ber-AC dan pemilik usaha subur masih menikmati bantuan pemerintah.
Zaifullah mengakui kebijakan pengalihan sepihak itu demi warga lain yang dianggap lebih membutuhkan.
Petinggi desa itu mengklaim paling paham dengan kondisi sosial di wilayah kekuasaannya.