• Senin, 20 Juli 2026

Viral, Jukir Parang di Pantai Palu: Bayangan Ketakutan di Destinasi Wisata

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Kamis, 12 Juni 2025 | 19:49 WIB
Sebuah video juru parkir bawa parang di Pantai Palu viral, memantik keresahan. Pengunjung cemas, polisi belum bersuara. Destinasi wisata terancam.
Sebuah video juru parkir bawa parang di Pantai Palu viral, memantik keresahan. Pengunjung cemas, polisi belum bersuara. Destinasi wisata terancam.

Sulawesitoday - Sebuah video pendek nan memprihatinkan, memperlihatkan seorang pria yang diduga juru parkir liar membawa benda tajam serupa parang, saat ‘meminta jatah’ pada pengunjung di kawasan wisata Pantai Palu.

Tayangan tersebut seketika meramaikan jagat media sosial, menyisakan pertanyaan besar tentang keamanan dan kenyamanan di salah satu ikon Ibu Kota Sulawesi Tengah itu.

Kabarnya, insiden ini terhampar di sekitar bekas Masjid Terapung, Jalan Cumi-Cumi, Palu, pada Selasa petang, 10 Juni 2025 lalu.

Kilasan detik-detik tersebut pertama kali ‘bersarang’ di dinding Facebook akun bernama Matcha. Sang pemilik akun tak hanya mengunggah video, tapi juga menyertakan pesan peringatan yang menohok.

“Hati-hati yang berkunjung di Masjid Terapung, tukang parkir liar menagih uang parkir sambil bawa golok. Mohon kepada pihak berwenang untuk segera ditindak lanjuti, karena sangat mengganggu kenyamanan pengunjung,” demikianlah narasi yang tersemat, sebuah cermin keresahan publik yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat jelas seorang pria mendekati sebuah kendaraan, di tangannya tergenggam benda mirip parang.

Belum terang apa gerangan motif di balik aksi itu, apakah hanya sekadar ‘hiasan’ atau ancaman nyata. Namun, tak bisa dimungkiri, pemandangan ini cukup memantik rasa takut dan ketidaknyamanan, terutama bagi mereka yang sedang berlibur mencari ketenangan di pesisir Palu.

Aneka ragam komentar pun berdatangan dari warganet. Ada yang mendukung agar parkir liar di kawasan wisata segera ditertibkan, bak benalu yang harus dicabut.

“Kalau bisa, patroli tidak hanya malam. Siang dan sore juga penting, apalagi ini kawasan ramai pengunjung,” tulis akun Ella Sary, menyiratkan desakan agar pengawasan tak kenal waktu.

Namun, tak sedikit pula yang mencoba melihat dari sudut pandang lain, sembari mengimbau agar tak lekas menghakimi.

“Siapa tahu dia dari kebun atau mau kupas kelapa, tapi tetap saja membuat takut orang,” timpal Mariyo, memberikan celotehan yang mengundang kerutan dahi.

Ada pula yang menegaskan, “Parkir di tempat wisata harus tertib, jangan sampai ada yang merasa terintimidasi.”

Baca Juga: Insiden Kabel Maut di Pohuwato, Karyawan Bank SulutGo Meregang Nyawa Tersengat Listrik

Hingga berita ini meluncur, belum ada keterangan resmi dari ‘markas’ kepolisian atau Balai Kota Palu. Sebuah tanda tanya besar, mengingat kejadian ini telah menjadi buah bibir. Masyarakat berharap, pihak berwenang tak berdiam diri.

Halaman:

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini