Sulawesitoday - Dua nyawa melayang digulung arus listrik, berawal dari sebatang tiang umbul-umbul. Kisah tragis itu terjadi di Pohuwato, mengundang duka sekaligus pertanyaan besar ihwal standar keselamatan kerja di ruang publik, terutama yang berdekatan dengan “jaring laba-laba” tegangan tinggi.
Rabu sore, 11 Juni 2025, sepasang karyawan bank tewas tersengat listrik di Pohuwato, tepatnya di seputaran Bundaran Kecamatan Marisa, menjadi saksi bisu kecerobohan yang berujung fatal.
Peristiwa pilu itu bermula ketika dua pegawai Bank Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) Cabang Marisa sedang sibuk memasang umbul-umbul. Mereka tak sendiri, namun saat tiang besi itu menjulang, tanpa disadari bersentuhan dengan kabel listrik bertegangan tinggi yang membentang di atas kepala.
Sontak, tubuh keduanya seperti terpental, lalu terhempas ke aspal, kaku. Detik-detik pasca-kejadian terekam kamera amatir dan lekas viral di media sosial. Sebuah akun Facebook "Bang Makelar" mengunggah rekaman itu, memperlihatkan kepanikan warga yang mencoba memberi pertolongan pertama, meski nyawa keduanya diduga telah melayang di tempat.
Video itu kemudian bak percikan api di tengah tumpukan jerami kering; menyebar cepat, memantik beragam komentar. Banyak yang menyisipkan doa, namun tak sedikit pula yang menyoroti betapa lalainya prosedur keselamatan dalam aktivitas sepele semacam memasang umbul-umbul.
“Ini harus jadi pelajaran penting, nyawa taruhannya kalau bekerja di dekat jaringan listrik tanpa pengamanan,” ujar seorang warganet. Ungkapan itu bukan sekadar keluh kesah, tapi potret betapa bahayanya arus listrik yang tak kasat mata jika diabaikan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada satu pun pernyataan resmi dari Bank SulutGo Cabang Marisa, PLN, apalagi aparat kepolisian setempat. Semua masih bungkam, seolah mencoba menelisik benang merah insiden yang menggulung dua nyawa itu.
Awak media masih berusaha mengonfirmasi detail kejadian dari pihak-pihak terkait, mencari jawaban atas misteri di balik senyapnya keterangan.
Baca Juga: Kader PSI Sebut Jokowi Layak Jadi Nabi Picu Amarah Publik
Tragedi ini seyogyanya menjadi cermin besar bagi semua. Betapa standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja, terutama dalam aktivitas lapangan yang melibatkan perangkat tinggi atau logam di ruang publik—apalagi dekat jaringan listrik—adalah harga mati.
Bukan hanya sekadar aturan tertulis, tapi nyawa manusia yang menjadi taruhan jika abai. Marisa, Pohuwato, hari itu jadi saksi bisu, dua nyawa melayang, disengat listrik, akibat apa yang mungkin dianggap sekadar pekerjaan rutin memasang umbul-umbul.
Artikel Terkait
Benang Merah Skandal Judi Online, Abindra Bongkar Grup Service AC di Komdigi
Indonesia Borong 48 Jet Tempur KAAN, Turki Sumringah
IUP Dicabut, Aktivis Menduga Gimik Lama di Balik Senyap Raja Ampat
Petani Poso Temukan Senjata Api Berkarat, Kenangan dari Konflik Lama Muncul
Kader PSI Sebut Jokowi Layak Jadi Nabi Picu Amarah Publik