Sulawesitoday - Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Sulawesi Tengah baru saja menerima suntikan energi baru. Sebanyak 13 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) muda kini siap mengarungi samudra birokrasi, membawa serta sebuah janji: melayani dengan etos kerja profesional dan berintegritas.
Bukan sekadar penambahan jumlah, ini adalah penanaman benih harapan untuk wajah pelayanan hukum yang lebih paripurna.
Ketika Integritas Jadi Kompas Punggawa Baru
Di sebuah ruangan bernama Garuda, Selasa 10 Juni 2025, suasana pagi itu tak sekadar formal. Kepala Divisi Peraturan Perundang-Undangan dan Pembinaan Hukum (Kadiv P3H) Kemenkum Sulteng, Sopian, berdiri di hadapan 13 CPNS Formasi Tahun Anggaran 2024. Suaranya tegas, namun bernuansa ajakan.
"Menjadi bagian dari Kemenkum berarti siap menjadi pelayan masyarakat yang bekerja dengan hati dan pikiran jernih," ujarnya, seolah menancapkan pondasi. Sopian tak cuma bicara prosedur. Ia menekankan, amanah negara itu lebih dari sekadar tumpukan berkas. Ini tentang melayani hukum dengan adil, terbuka, dan tentu saja, berintegritas. Sebuah pesan yang amat relevan di tengah gempuran tantangan zaman.
Ia juga mengingatkan, para abdi negara ini tak bisa lagi berpuas diri dengan pengetahuan lawas. Perkembangan teknologi dan tuntutan masyarakat yang makin njlimet menuntut adaptasi kilat. Belajar, meningkatkan kapasitas diri, dan menjadikan integritas sebagai identitas, adalah mantra wajib yang harus terus diulang. Seperti air yang tak pernah berhenti mengalir, begitu pula semangat belajar seorang ASN.
Darah Segar untuk Transformasi Layanan Hukum
Gayung bersambut, Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menyambut 13 CPNS ini dengan penuh harap. "Kehadiran kalian menjadi energi baru dalam memperkuat transformasi pelayanan hukum di wilayah Sulawesi Tengah," katanya, seolah melihat tunas-tunas harapan yang siap mekar. Bukan hanya seremonial, ini adalah penyerahan tongkat estafet.
Rakhmat tak segan berpesan, agar orientasi ini menjadi gerbang awal menanamkan etos kerja. "Saya harap kalian dapat menjadi ASN yang bukan hanya memahami aturan, tapi juga mampu melayani masyarakat dengan rendah hati dan semangat pengabdian," tambahnya. Kata-katanya menggantung di udara, membentuk sebuah janji tak tertulis.
Lantas, ia kembali menegaskan esensi sebuah pengabdian. "Sebagai ASN Kemenkum, Anda membawa nama institusi di setiap langkah. Maka jadikan kejujuran, tanggung jawab, dan kepekaan sosial sebagai fondasi utama dalam setiap tindakan. Kinerja tanpa integritas adalah semu," ungkap Rakhmat. Sebuah kalimat yang menohok, namun jujur. Ibarat rumah, integritas adalah tiang penyangga utamanya. Tanpa itu, bangunan akan roboh.
Kemenkum Sulteng, menurut Rakhmat, berkomitmen penuh menciptakan iklim kerja yang kondusif. Tujuannya jelas: agar para CPNS bisa tumbuh menjadi pelayan publik yang inovatif dan responsif.
Mereka ingin semangat melayani ini bukan cuma jargon, melainkan budaya kerja yang mendarah daging, konsisten, dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Kota Palu Buka Pintu Kerja ke Jepang, Gaji Rp22 Juta Menanti 20 Anak Muda Terpilih!
Orientasi ini memang tak hanya diisi petuah. Pengenalan struktur organisasi, tugas, fungsi unit kerja, hingga nilai-nilai BerAKHLAK dan kode etik ASN, semua dijejalkan. Tujuannya mulia: agar para CPNS siap berkontribusi optimal sejak hari pertama.
Artikel Terkait
Tanggapi Nadiem, Kejagung Ungkap Fakta di Balik Klaim Pendampingan Hukum pada Kasus Pengadaan Chromebook
Warga Polman Resmikan Sendiri Jalan Daruratnya yang Sempat Terputus Akibat Longsor
Viral Video Punggung Bukit Palu Gundul, Netizen Mengeluh: Ada Apa dengan Mata Pemerintah?
Why Do You Bring People To Death Here?: Teguran Keras Saudi soal Haji Indonesia
Kota Palu Buka Pintu Kerja ke Jepang, Gaji Rp22 Juta Menanti 20 Anak Muda Terpilih!