• Selasa, 21 Juli 2026

Jelang HUT TNI ke-80, Personil Koramil dan Warga Parigi Bersihkan Kompleks Makam Pahlawan

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 12:14 WIB
Danramil Parigi pimpin 25 personil dan warga bersihkan Taman Makam Bahagia jelang HUT TNI ke-80. Aksi nyata hormati jasa pahlawan.
Danramil Parigi pimpin 25 personil dan warga bersihkan Taman Makam Bahagia jelang HUT TNI ke-80. Aksi nyata hormati jasa pahlawan.

Apa Dampak Jangka Panjang dari Kegiatan Ini?

Pertanyaan tentang keberlanjutan selalu muncul dalam setiap kegiatan sosial. Akankah TMB kembali kumuh setelah beberapa bulan? Atau justru momentum ini memicu kesadaran baru?

Kapten Made punya harapan besar. "Dengan bersihnya TMB, kami berharap masyarakat ikut menjaga," katanya. "Supaya tempat ini nyaman dipandang mata. Bersih dan indah."

Harapan itu bukan tanpa dasar. Beberapa warga yang terlibat mengaku merasa lebih terhubung dengan sejarah lokal mereka. Ada yang baru sadar bahwa di makam tersebut terbaring pejuang kemerdekaan.

Kesadaran semacam ini yang menjadi target sesungguhnya dari kegiatan karya bakti tersebut. Bukan semata soal kebersihan fisik, tapi juga kebersihan nurani dalam menghargai jasa pahlawan.

Refleksi Menjelang HUT TNI: Dari Makam Hingga Masa Depan

Delapan puluh tahun TNI berdiri. Perjalanan panjang dari era revolusi fisik hingga modernisasi kekinian. Banyak kisah heroik terukir. Banyak pengorbanan tak ternilai.

Namun seiring waktu, kisah-kisah itu mulai pudar. Generasi milenial dan Gen Z lebih akrab dengan gadget dibanding sejarah bangsa. Makam para pahlawan pun kerap terabaikan, seolah tak relevan lagi dengan zaman.

Aksi Koramil Parigi ini menjadi tamparan halus. Pengingat bahwa menghormati pahlawan bukan hanya saat upacara bendera. Tapi juga saat merawat tempat peristirahatan mereka. Saat mengajarkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus.

"Ini baru permulaan," tegas Kapten Made di akhir kegiatan. Tatapannya penuh keyakinan. "Kami berharap kegiatan seperti ini jadi inspirasi bagi daerah lain."

Matahari sore mulai condong ke barat. Bayangan nisan memanjang di tanah yang baru dibersihkan. Para personil dan warga bersiap pulang dengan hati puas. Mereka tahu, hari ini mereka tidak hanya membersihkan makam. Mereka membersihkan debu lupa yang menyelimuti ingatan kolektif bangsa.

Dan mungkin, itulah cara terbaik menyambut HUT TNI ke-80. Bukan dengan pesta meriah. Tapi dengan aksi nyata menghargai mereka yang telah membuat pesta kemerdekaan itu mungkin terjadi.

Baca Juga: Audit Kejati dan Inspektorat Parigi Moutong: Pembangunan Perpustakaan Terancam Teguran KPK, Progres Baru 57 Persen

Halaman:

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini