• Senin, 20 Juli 2026

Jelang HUT TNI ke-80, Personil Koramil dan Warga Parigi Bersihkan Kompleks Makam Pahlawan

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 12:14 WIB
Danramil Parigi pimpin 25 personil dan warga bersihkan Taman Makam Bahagia jelang HUT TNI ke-80. Aksi nyata hormati jasa pahlawan.
Danramil Parigi pimpin 25 personil dan warga bersihkan Taman Makam Bahagia jelang HUT TNI ke-80. Aksi nyata hormati jasa pahlawan.

Sulawesitoday - Sembilan hari menjelang peringatan HUT ke-80 TNI, suasana di Taman Makam Bahagia (TMB) Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parimo berubah total. Rumput liar dipangkas. Nisan dibersihkan. Jalanan makam disapu bersih.

Puluhan tangan bekerja kompak. Ada seragam loreng TNI. Ada pula kaos warga sipil. Mereka bahu-membahu membersihkan area pemakaman yang telah lama terabaikan itu, Jumat (03/10/25).

Kapten Arhanudse I Made Duryawan, Danramil 1306-06/Parigi, turun langsung memimpin aksi ini. Ia tak segan mengangkat cangkul. Tak ragu menyapu dedaunan kering. Bersama 10 personil Koramil dan 15 warga serta aparat kelurahan, mereka mengubah wajah TMB dalam hitungan jam.

"Ini bukan sekadar bersih-bersih biasa," ujar Kapten Made sembari mengelap keringat di dahinya. Matanya menatap deretan nisan yang kini tampak lebih terawat. "Ini tentang menghormati mereka yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan kita."

Mengapa Pembersihan Makam Jadi Agenda Menjelang HUT TNI?

Pertanyaan itu mungkin terlintas di benak sebagian orang. Kenapa harus membersihkan makam? Bukankah ada cara lain merayakan HUT TNI yang lebih meriah?

Jawabannya sederhana namun dalam. Kegiatan ini bukan semata formalitas. Ini penanaman nilai. Nilai perjuangan para pahlawan Kusuma Bangsa yang telah mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan Indonesia.

"Kami ingin generasi muda paham," jelas Kapten Made dengan nada tegas. "Kemerdekaan ini tidak datang begitu saja. Ada darah. Ada air mata. Ada nyawa yang melayang."

Aksi pembersihan TMB ini menjadi medium pembelajaran langsung. Bukan dari buku sejarah. Bukan dari ceramah di kelas. Tapi dari sentuhan langsung dengan tempat peristirahatan terakhir para pejuang.

Lebih dari Sekadar Karya Bakti Teritorial

Program Pembinaan Teritorial memang menjadi rutinitas Koramil di seluruh Indonesia. Namun kegiatan di Parigi ini punya multi dimensi. Tidak hanya memenuhi program rutin, tapi juga membangkitkan kesadaran kolektif.

Babinsa turun lapangan. Warga antusias bergabung. Aparat kelurahan memberikan dukungan penuh. Sinergi ini menciptakan energi positif yang jarang terlihat dalam kegiatan formal lainnya.

"Terima kasih kepada semua yang terlibat," ucap Kapten Made kepada para peserta yang berkumpul usai kegiatan. Wajah mereka bersimbah peluh. Tapi senyum kepuasan terpancar jelas. "Kalian telah menunjukkan bahwa mengisi kemerdekaan bisa dimulai dari hal sederhana seperti ini."

Generasi muda, lanjut Danramil, harus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Bukan dengan sikap apatis. Bukan dengan melupakan sejarah. Apalagi dengan tindakan yang merusak.

Halaman:

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini