Ketut dan kawan-kawan di Komisi IV tidak mau lagi jadi pelayan cadangan. Mereka ingin sistem kesehatan bekerja sebagaimana mestinya: menyembuhkan yang sakit, bukan malah menambah pening kepala rakyat yang sedang susah.
"Jangan sampai masyarakat datang berobat tetapi tidak mendapat pelayanan sebagaimana mestinya," tandas Ketut. Kalimat itu menutup rapat, meninggalkan pekerjaan rumah yang menumpuk bagi Dinas Kesehatan dan para direktur rumah sakti di Parimo.
Artikel Terkait
Legislator Parigi Moutong: Anggaran Ambulans Rp1 Miliar Ada, Rakyat Jangan Dipungut Uang Bensin!
Legislator Ini Kritik RS Jadi Mesin PAD di Parigi Moutong: Keberhasilan Itu Kalau Angka Orang Sakit Bisa Ditekan!
Kiamat Samsung Messages, Alasan Raksasa Korea Pilih Berlutut ke Google Messages
Gaya Baru Jurnalis Majene: Sekretariat Nyaman, WiFi Kencang, Berita Makin Berkualitas
Majene Incar Dana Pusat, Targetkan Kota Tua Jadi Destinasi Unggulan Sulbar Tahun 2026