Sulawesitoday - Dari panas terik lapangan hingga dinginnya AC ruangan sekretariat baru, itulah transformasi yang dialami jurnalis Majene. Ikatan Jurnalis Sulawesi (IJS) Majene tengah mematangkan persiapan peresmian sekretariat barunya.
Adalah sebuah langkah besar yang tidak hanya menghadirkan ruang kerja representatif, namun juga simbol semangat baru bagi insan pers di Bumi Assamalewuang.
Bukan sekadar tempat nongkrong, sekretariat ini didesain sebagai "dapur redaksi" bersama. Sebuah pusat aktivitas jurnalistik yang mendorong kolaborasi, tukar ide, dan ujungnya, peningkatam kualitas karya.
"Ini adalah ruang bersama kami, tempat bertukar pikiran dan membangun sinergi demi informasi yang berkualitas," tegas Syamsuddin Kamal, Ketua IJS, Senin 6 April 2026.
Kehadiran fasilitas modern menjadi bukti keseriusan IJS dalam menghadapi era digital. Akses internet (WiFi) stabil bukan lagi barang mewah, melainkan kebutuhan pokok jurnalis untuk produksi berita cepat, akurat, dan tepat waktu.
Tak hanya teknis, kenyamanan juga diperhatikan. Ruang kerja yang nyaman dan kondusif diharapkan memacu produktivitas dan kreativitas anggota dalam menjalankan tugas mulia mereka.
Momentum bersejarah ini akan semakin istimewa dengan rencana peresmian langsung oleh Bupati Majene, Andi Ahmad Sukry Tammalele.
Dukungan pemerintah daerah ini menandakan pengakuan atas peran jurnalis yang profesional dan independen.
IJS optimistis, sekretariat baru ini akan memperkuat peran jurnalis sebagai penyampai informasi edukatif, transparan, dan berimbang.
Jurnalis Majene siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan mencerdaskan masyarakat.
BBM Majene Dijamin Aman, Tim Lintas Sektor Turun ke SPBU Sikat Praktik Penimbunan
Artikel Terkait
Lawan Harga Plastik yang Gila, Penjual Es Teh Ini Pilih Pakai Daun: Jenius atau Miris?
Utang Bansosda Parimo Meledak Rp 13 Miliar: UHC Jalan Terus, Tagihan Kok Malah Naik?
Legislator Parigi Moutong: Anggaran Ambulans Rp1 Miliar Ada, Rakyat Jangan Dipungut Uang Bensin!
Legislator Ini Kritik RS Jadi Mesin PAD di Parigi Moutong: Keberhasilan Itu Kalau Angka Orang Sakit Bisa Ditekan!
Kiamat Samsung Messages, Alasan Raksasa Korea Pilih Berlutut ke Google Messages